Rabu, 12 Mei 2021

Deklarasi Balfour 1917 : Awal derita bangsa Palestina

Perseteruan antara Kaum Mustakbarin Vs Mustad"afin

By : SAY Qadrie 

Pustaka Dunia




Palestina : Bumi Para Syuhada


Landasan Dasar Berfikir  : 


Amanat Pembukaan Undang - Undang Dasar
Negara Republik Indonesia, tahun 1945 : 


"Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan peri keadilan."



Issue Urgen Global Transnasional : 

          Isu Palestina sejak dulu hanya heboh di kanal-kanal berita, dengan kurva konflik yang hampir mentradisi dengan solusi yang begitu-begitu saja.

Uskup Anglikan dari Ramallah, Riah Abu al-Assam, dalam kunjungannya ke Berkeley pada tahun 2002, berkata :  “Kami yang berjuang mati-matian demi tanah air, tapi darah kami menjadi merek dagang di belahan dunia lain”

        Palestina bukan Islam, bukan Kristen, bukan Arab, atau identitas primordial apapun. Bukan itu.  Palestina adalah tragedi kemanusiaan yang dipertontonkan dan kolonialisme era modern yang dijadikan industri.



Jangan Lupa,
Jasa Besar Palestina bagi Bangsa Indonesia



Hanya ada satu dari dua pilihan bagi rakyat Palestina: takut atau berani. 


         Semua memilih berani untuk mempertahankan perjuangan yang hampir tak bertepi. Karena menjadi orang Palestina bukanlah pilihan dengan keberanian sebagai takdir yang dilekatkan


Orang-orang Palestina telah membuang rasa takut yang tidak akan pernah diketahui atau dialami oleh orang-orang di belahan dunia lain. Pengalaman hidup di Palestina jauh lebih kejam dan koersif daripada ketakutan di mana pun.


Kita jangan pernah bertanya kemana negara-negara Arab sekitar ?

       Ini bukan karena sesama Arab, tapi soal kemanusiaan. Ini lebih luas dari sekedar Timur Tengah, ini lebih zalim dari pembantaian Hitler terhadap mereka, ini bukan hanya Zionis dan Palestina, ini adalah persekongkolan antara Kaum Penindas dan Penjajah terhadap Kaum Tertindas dan Terjajah.  




Deklarasi Balfour 1917 




Pengantar,

          Konflik berkepanjangan antara Palestina dengan turis penjajah zionis Israel hingga hari ini tak kunjung selesai. Sejak dimulainya imigrasi bangsa yahudi yang menyebar ke seantero jagad waktu itu, ke tanah yang dijanjikan versi zionis ini, gesekan mulai tercipta. 

Pendatang yang tak jelas asal usul dan klaim nya  ini, memasuki bumi merdeka Palestina dengan kekuatan selembar surat yang dikenal dengan "Deklarasi Balfour", ( merujuk nama sekretaris  luar negeri  pemerintahan Britania Raya, : Arthur James Balfour  tahun 1917 )  


     Angan - angan memenangkan kecamuk perang, menyebabkan mereka merangkul dan melegitimasi  kaum zionis yang tersebar di banyak negara itu, dengan menjanjikan tanah tempat bermukim di bumi Palestina yang saat itu merupakan bagian dari kekuasaan:  imperium Turki Usmani. 


     Seiring waktu, setahap demi setahap, sedikit demi sedikit, gerombolan turis tanpa visa ini berdatangan ke bumi Palestina, dan bermukim disana. 

Dengan dukungan dana dan tekanan politik Barat, akhirnya pada tahun 1948 mereka berhasil mengaku mendirikan negara bernama Israel di muka bumi, dimana disana terdapat situs suci 3 agama Ibrahimi, Yahudi, Nasrani dan Islam. 


Pembenaran dengan dalih agama mulai di hembuskan, mereka mengatakan kepada dunia bahwa Palestina adalah tanah yang dijanjikan bagi bangsa mereka ( Yahudi ). 



Pesan dari Ibu Palestina


          Meski  jika kita merujuk kepada sejarah Nabi Yaqub, ( Nenek moyang Israel ) beliau bukan berasal dari Palestina, ( Kan"an ) tapi dari Fad"dan ( wilayah Babilonia dulu nya ). Nabi Yaqub juga hijrah ( Pendatang ) dari negeri lain, kemudian menetap di Kan"an, Palestina sekarang. 


    Masa ketika Nabi Yusuf berkuasa di Mesir, - beliau memangku jabatan bendaharawan Mesir,- :  keluarga Israel ini kemudian hijrah ke Mesir, dibawah perlindungan Amenhotep.IV., dikenal dengan nama Akhenaten atau Akhnatun, yang memeluk agama tauhid atas bimbingan Nabi Yusuf putra Nabi Ya"qub. ( Dirangkum berdasarkan temuan penggalian arkeologis situs : El - Amarna yang baru ditemukan tahun 2020  ) 


Setelah wafatnya Nabi Yaqub, Nabi Yusuf, dan Akhnatun,:  

        Mesir kembali ke penyembahan berhala Amun, dibawah Firaun Tutankhamun, putra Amenhotep.IV, atau Akhnatun diatas tadi



Sholat Jenazah korban kebiadaban Zionis Israel
Mereka tewas tepat saat Hari Raya Idul Fitri, 2021


        Bangsa Israel yang karena pendatang di Mesir, dan memeluk agama tauhid zaman itu, (berbeda dengan agama yang di tetapkan firaun), kemudian dijadikan budak oleh Tutankhamun, dan firaun berikutnya, Horemheb, atau, Hurramuf hingga diutusnya Nabi Musa, untuk membebaskan mereka dari cengkeraman firaun. 


Bangsa ini memang terkenal suka membantah, berbalik arah, mendebat,  bahkan membunuh nabi - nabi nya. Dalam Quran disebutkan : bagaimana mereka dengan mudahnya mengikuti  Samiri, untuk menyembah berhala anak sapi yang terbuat dari emas, hanya karena ditinggalkan Nabi Musa untuk bermunajat dan berkhalwat dengan Tuhan nya selama 40 hari. 


       Meskipun di beri makanan surga,:  Man dan Salwa, : mereka minta yang lainya. Itulah karakter mereka yang menyebut manusia lain, siapapun itu, selain bangsa mereka ( Yahudi ) : sebagai "Goyim".


Goyim adalah:  
   Klasifikasi bagi mahluk hina, yang lebih rendah dari binatang melata. 


      Jadi jangan heran kalau zionis ini tidak menghargai nyawa manusia. Tidak menghargai bulan Ramadhan. Tidak menghargai Idul Fitri. Karena mereka merasa sebagai ras terbaik di muka bumi, dan golongan umat yang mendapat keistimewaan dari Tuhan, sehingga mereka  berhak memperlakukan manusia lain nya dengan semau mereka, karena selain mereka hanya ada : "GOYIM 



Awal Gerakan Zionisme : 

        Dimulai dengan konggres zionisme pertama di Swiss, 

       Di sponsori Theodore Hezl, dikenal sebagai bapak zionisme, pada tahun 1897  tercetuslah ide sebuah negara bagi bangsa yahudi yang saat itu terusir dan terpencar di berbagai belahan bumi. 

     Kala Perang Dunia I terus berkecamuk dan belum ada tanda-tanda bakal dimenangkan oleh kubu mana, Inggris mengeluarkan deklarasi yang sarat kontroversi. 


Deklarasi tersebut dikeluarkan pada 2 November 1917. 

        Begini bunyinya : 

        Deklarasi Balfour, Legitimasi Gerakan Zionisme : 

-----------------------------------------

Kantor Luar Negeri, 2 November 1917

Yang Terhormat Lord Rothschild,

Saya dengan senang hati menyampaikan kepada Anda, atas nama Pemerintah Yang Mulia, deklarasi simpati terhadap aspirasi Zionis Yahudi yang telah diajukan dan disetujui oleh Kabinet.

"Pemerintah Yang Mulia mendukung dengan senang hati Palestina sebagai sebuah kampung halaman bagi orang-orang Yahudi. Dan Pemerintah Yang Mulia akan menggunakan upaya terbaik mereka untuk memudahkan tercapainya tujuan ini. Sudah dipahami dengan jelas tidak akan dilakukan hal yang mungkin merugikan hak masyarakat sipil dan agama atau non Yahudi di Palestina, atau hak-hak dan status politis yang dimiliki orang Yahudi di negara lain."

Saya berterima kasih jika anda dapat menyampaikan deklarasi ini untuk diketahui oleh Federasi Zionis.


Hormat saya,

Arthur James Balfour

-------------------------------------------


          Di bawah komando Perdana Menteri David Lloyd George, Inggris merilis “Deklarasi Balfour”—diambil dari nama Sekretaris Luar Negeri mereka, Arthur Balfour—yang intinya berjanji mendukung : 

          “Pendirian tanah air nasional bagi orang-orang Yahudi di Palestina” asalkan “tidak merugikan pemenuhan hak sipil dan agama dari komunitas non-Yahudi yang ada di sana.” Dokumen itu cukup singkat, hanya terdiri dari 67 kata yang tersusun dalam tiga paragraf.

 Namun, dampaknya begitu besar: 

          Deklarasi Balfour ini menjadi awal mula konflik Israel-Palestina yang sampai saat ini tak kunjung selesai, sejak kedatangan bangsa penjajah Israel ini ke bumi Merdeka Palestina dulu, sebelum Turki kalah Perang Dunia pertama melawan sekutu


TV One News


Motif Legalisasi Zionisme : 


Pada 9 November 1917, :

           Deklarasi ini dibuka pers ke publik. Kendati begitu, upaya membawa orang-orang Yahudi Inggris dan Eropa ke Palestina, yang saat itu masuk dalam kekuasaan Kesultanan Usmani Turki, sudah berjalan sejak dua tahun sebelumnya. Inggris mengumumkan perang pada 1914 dan menjadi pertanda dimulainya Perang Dunia I. 


Kabinet Perang Inggris kemudian mulai menyusun strategi politik untuk masa depan wilayah Palestina— tentu saja dalam kerangka yang menguntungkan kepentingan Inggris Raya.  


          Akhir 1917 adalah masa-masa penyusunan draf Deklarasi Balfour. Lobi-lobi pun dilancarkan para petinggi komunitas Yahudi Eropa dengan pemerintah Inggris, terutama dengan kementerian luar negeri.


Sebagaimana dicatat Bernard Avishai dalam “The Balfour Declaration” 


         Yang terbit di The New Yorker, negosiasi tingkat elite pertama antara Inggris dan kelompok Zionis bisa dilacak ke tanggal 7 Februari 1917 dalam sebuah konferensi yang juga dihadiri Balfour dan petinggi komunitas Yahudi. 


       Dalam diskusi lanjutan tanggal 19 Juni, Balfour meminta Rothschild dan kawannya (yang kelak menjadi presiden Israel pertama), Chaim Weizmann, untuk menyusun rancangan sebuah deklarasi publik.


Deklarasi Balfour dibuat untuk membantu Inggris memenangkan perang. 


        Orang-orang pemerintah Inggris percaya bahwa “Yahudi dunia” punya pengaruh bawah tanah yang besar—atas keuangan dunia, misalnya. Mereka berpikir pemodal Yahudi dari AS dapat membujuk Woodrow Wilson untuk membawa bala tentara AS dalam pusaran perang.  


           Mereka juga meyakini bahwa Yahudi Rusia bisa merayu Perdana Menteri Aleksandr Kerensky agar tetap berada di satu gerbong. Dan demi mewujudkan  anggapan-anggapan itu, Inggris menjanjikan Yahudi sebuah wilayah bernama Palestina.







Mengorbankan Palestina


         Deklarasi Balfour didukung oleh kekuatan utama Sekutu dan dimasukan dalam Mandat Inggris atas Palestina. Mandat tersebut secara resmi disetujui oleh Liga Bangsa-Bangsa yang baru dibentuk pada 24 Juli 1922.


Pada Mei 1939, 

          Pemerintah Inggris sempat mengubah kebijakannya atas pendudukan orang-orang Yahudi dengan membatasi 75.000 imigran dan akan mengakhiri imigrasi pada 1944, kecuali penduduk Arab Palestina di wilayah tersebut tak keberatan. 

Namun Zionis mengutuk kebijakan tersebut, 

Dan menuduh Inggris lebih menyukai orang Arab


          Meski kebijakan itu sempat diperdebatkan sampai pecahnya Perang Dunia II, tapi pada akhirnya, orang-orang Yahudi berhasil mendirikan Negara Israel pada 1948. Mandat Inggris menjadi tiket orang Yahudi untuk membangun negara sendiri, sekaligus mengorbankan orang Arab Palestina.


        Mengutip Al Jazeera,:

     Deklarasi Balfour secara luas dipandang sebagai penyebab Nakba Palestina 1948 yaitu ketika kelompok bersenjata Zionis, yang dilatih oleh Inggris secara paksa mengusir lebih dari 750.000 warga Palestina dari tanah air mereka. Meskipun beberapa oposisi sudah memprediksi hal seperti itu mungkin terjadi, pemerintah Inggris berkeras untuk mengeluarkan deklarasi tersebut.


Dari sinilah konflik berkepanjangan di tanah Palestina, hingga hari ini. 


        Rezim Zionis Israel, adalah penjajah di bumi Palestina, ini bukan sekedar perebutan wilayah, ini bukan konplik biasa, ini adalah "Penjajahan diatas muka bumi, yang didukung dan di legitimasi negara Barat dan Arab Timur Tengah, didukung juga oleh beberapa negara muslim yang bermuka dua,"  beserta kaki tangannya diseluruh dunia. 


Palestina ditembaki ketika sedang Shalat




Mengapa Kita Membela Palestina ?

Karena Zionisme tidak menghormati Kemanusiaan 
bahkan lembaga dunia sekelas  Perserikatan Bangsa Bangsa,  PBB :


Berikut Daftar Pelanggaran Resolusi PBB yang di "tabrak" Zionis Israel,: 

Zionis Israel juga telah berkali-kali melanggar banyak resolusi PBB, antara lain: 

-" Resolusi 242 (22 Nopember 1967), Resolusi 252 (21 Mei 1968), Resolusi 465 (1 Maret 1980), Resolusi 478 (20 Agustus 1980), Resolusi 672 (12 Oktober 1990), Resolusi 1073 (28 September 1996), Resolusi 1322 (7 Oktober 2000), Resolusi 1397 (12 Maret 2002), Resolusi 2334 ( 23 Desember 2016),"- 

      Sementara dunia hingga saat ini tidak memiliki kekuatan untuk dapat menghentikannya? 



Inilah alasan mengapa tindakan dibawah ini harus direnungkan, 


Karena Konspirasi Barat terhadap Palestina :


Pertama : Mengapa harus menolak proposal damai Palestina – Israel?


           Salah satu agenda licik Barat dalam melestarikan cengkraman hegemoninya adalah menciptakan polemik internal dalam masyarakat terjajah melalui penyebaran popaganda anti perang dan cinta damai yang sekilas sangat mempesona bagi lapisan tertentu yang merasa cukup cerdas dan beradab.

Propaganda ini bertujuan pelemahan spirit resistensi dalam masyarakat terjajah dengan dalih bahwa semua konflik hanyalah strategi marketing industri senjata.

       Opini ini disemburkan oleh filsuf zionis yang diagungkan oleh Barat Yuval Noah Harari dan sejarawan berdarah Yahudi Bernard Lewis. Karena pandangan mereka terkesan jauh dari tendensi politik pro zionisme, banyak orang yang merasa beradab menjadikannya sebagai landasan sikapnya .

     Pandangan-pandanganya berbasis pada penafian nilai-nilai transenden di balik semua konflik dan doktrin yang menetapkan bahwa kesejahteraan dan ketentraman adalah ciri masyarakat beradab.

          Opini ini mengulang kesuksesan Amerika pada masa perbudakan pra Lincoln yang menciptakan dua kelompok budak, yaitu budak ladangan yang dieksploitasi dalam industri pertambangan dan budak rumahan yang agak dimanusiakan demi menjadi centeng juga algojo yang menyiksa para budak ladang yang resisten dan mencoba untuk merdeka



Jeritan anak - anak yang negerinya dilanda kecamuk Perang



Kedua : Mengapa harus mendukung perlawanan bersenjata rakyat Palestina?

               Ada beberapa fakta yang mendasarinya, antara lain :

1. Setelah rezim apartheid di Afrika Selatan musnah, rezim tak sah penjajah Palestina adalah satu-satunnya rasialisme struktural yang tersisa di dunia saat ini.

2. Palestina terjajah bukan hanya karena okupasi oleh rezim ilegal Zionis dan dukungan AS serta Barat, tapi dilemahkan oleh rezim-rezim Arab sekutu AS terutama Saudi.

3. Cinta Tanah Air berarti mendukung amanat UUD yang menegaskan bahwa kemerdekaan adalah hak setiap bangsa dan menyerukan dihapuskannya penjajahan di atas muka bumi.

6. Karena Quds merupakan simbol sakral umat tiga agama besar, menyuarakan dukungan untuk pembebasan Palestina adalah cetusan toleransi global.

7. Karena Quds dan terutama Al-Aqsa merupakan kota suci dan kiblat pertama, umat Islam berkewajiban menentang penjajahan tanah Palestina.

8. Sebagai bagian dari umat  Islam,  menghidupkan Hari Internasional Quds adalah kewajiban keagamaan.







Ketiga : Apakah menentang Zionisme berarti Anti Semit dan anti Yahudi?

Terlahir sebagai orang dengan ras yahudi dan ras apapun 
Bukanlah kesalahan dan aib.

          Orang-orang Yahudi kelahiran Eropa dan Amerika yang datang ke Palestina dan mendirikan Israel adalah turis tanpa visa.

           Zionisme tak identik niscaya dengan ras dan agama Yahudi. 

           Zionisme adalah ideologi rasisme dengan manipulasi terhadap kitab suci. 

Tak sedikit rabi yahudi dan warga Eropa dan Amerika yang aktif mendukung perjuangan rakyat Palestina dan menentang Zionisme.

Zionisme adalah penyakit lintas agama. 

Zionisme berjubah lebih berbahaya dari zionisme berdasi. 

Takfirisme adalah zionisme berbalut relijiusitas.

          “Quds adalah hak pengikut agama-agama Ibrahimik. Ia adalah milik pengikut Musa, Isa dan Muhammad, bukan gerombolan penjajah rasis.”  Kata Gibran Basil, Menlu Lebanon


Keempat : Apakah isu Palestina hanya milik umat Islam?


      Palestina memang negara multikultur dan etnik. Siapapun yang lahir di Palestina sebelum okupasi, penganut agama Islam, Kristen dan Yahudi, dari suku Arab, Yahudi dan lainnya adalah warga sah Palestina.


 Isu Palestina bukan isu agama,:  

 Karena ia adalah tanah yang dihormati agama-agama Ibrahimik. 

     Tapi itu tidak berarti isu Palestina hanya boleh dipandang sebagai isu kemanusiaan semata, dan tidak berarti orang Muslim tidak berhak meyakini membela rakyat Palestina sebagai kewajiban keagamaan, dan tidak berarti bangsa Arab tidak berhak mengklaim Palestina sebagai bagian dari wilayah Arab berdasarkan prosentase penduduknya baik Muslim maupun Kristen.




Kompas TV News
Pernyataan Indonesia di PBB



Atas dasar itu disimpulkan bahwa


1. Siapapun yang lahir dan berada secara temurun di Palestina sebelum pendudukan 60 tahun silam, apapun agama dan rasnya, adalah warga Palestina.


2. Kemerdekaan Palestina adalah isu kemanusiaan lintas agama dan ras yang harus didukung sebagai komitmen menghapus penjajahan di atas muka bumi


3. Referendum adalah opsi demokratis bagi seluruh warga legal Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri


Kelima : Mengapa perlu memperingati Hari Internasional Quds?


1. Media Barat dan sekutunya melakukan segala upaya untuk mengalihkan umat Islam dan masyarakat dunia dari derita berkepanjangan rakyat Palestina.


2. Hari Internasional Quds adalah hari toleransi global yang menghimpun setiap manusia yang manusiawi dalam spirit bela keadilan dan kemerdekaan.



Bangsa Israel ketika datang ke Palestina tahun 1940
Mereka yang selamat dari Kamp Konsentrasi Hitler di Jerman



Solusi : Tinjau Ulang Deklarasi Balfour, : 

         Dasar legitimasi  landasan sepihak Zionis 

         Konflik berkepanjangan ini tidak akan menemukan jalan keluar dan solusinya jika tidak melibatkan negara yang pertama kali memberi angin kepada zionis Internasional ini. 

         Oleh karena nya, negara yang pertama kali meng-akomodir kelompok zionis ini harus ikut memikul tanggung jawab atas  pembunuhan dan pembantaian terhadap manusia tak berdosa di bumi Palestina, tanah air mereka sendiri. Tanah air  bangsa Palestina. 

Mereka yang dulunya hidup dengan aman dan damai, kemudian menjadi sengsara bahkan terusir dari rumah mereka sendiri. Mereka yang tadinya merdeka menjadi terjajah oleh bangsa  zionis israel ini.  

Kenapa demikian ?

Karena sejak di gagas dan dirancang nya Deklarasi Balfour,
Bangsa Palestina tidak dilibatkan. 

          Apapun itu, meskipun negara penerbit dokumen yang kemudian menjadi legal, oleh Liga Bangsa Bangsa yang dibentuk Barat,  tidak dapat dibenarkan tindakan anti kemanusiaan yang dilakukan zionis dengan membunuh, mengusir, membantai, dan berbuat semena - mena di bumi Palestina, dengan kekuatan senjata dan  dukungan politik dunia ber- standart ganda. 


           Bagaimana mungkin orang yang berada diluar, yang bukan kaum kerabat dan keluarga -"rumah tangga Palestina"- mengundang dan mempersilahkan -"tamu dari luar rumah" - untuk datang dan masuk ke dalam -"rumah Palestina"- dengan tanpa sepengetahuan -"tuan rumah?"-  

             Dan  kemudian berbuat semena-mena ? 


Tamu yang tak tahu diri ini bernama : 

-"Zionis Internasional,"- dan surat undangan nya adalah,-"Deklarasi Balfour,"-


Pustaka Dunia
Dari berbagai sumber



Zionis Israel menyerbu Mesjid



INGGRIS: THE INVISIBLE HAND :  
By. Ali Akbar Maulana


===================================


         
         Dibalik konflik yang melanda dunia Islam di Timur tengah khususnya Palestina, terdapat tangan-tangan yang tak terlihat yang bekerja sepanjang waktu untuk mengejar berbagai  kepentingan baik ekonomis, politis maupun ideologis. 


Selama ini kita hanya melihat AS sebagai pemain eksternal utama dan terdepan di kawasan Timur tengah. Sesungguhnya AS tidak berdiri sendiri sebagai aktor satu-satunya melainkan ada aktor lain yang memainkan peran lebih besar. 


            Ibarat formasi sepak bola, Israel menjadi striker utama untuk mengeksekusi berbagai kebijakan agresif di kawasan. AS bisa dibilang pemain serba bisa, AS bisa bermain di semua sektor lapangan, bisa menjadi kreator sekaligus menjadi eksekutor dan terkadang menjadi arsitekturnya. 


           Namun ada satu aktor yang perannya lebih besar dari Israel, ia bekerja keras sepanjang waktu dalam sunyi dan senyap. Sehingga nyaris dunia dan media tidak menyorotnya. Dia bekerja di belakang layar, menjadi sutradara dan dalangnya, dia yang membuat grand design, melakukan persiapan matang, menyusun rencana strategis jangka panjang, mengatur ritme, mengendalikan permainan dari luar lapangan, dan menjadi master mind di semua game sepanjang masa.  

              Aktor itu adalah INGGRIS.


           Bagi saya, AS tidak ada apa2nya dibanding Inggris dalam soal Strategi Politik Jangka Panjang. AS lebih banyak memainkan politik jangka pendek dan menengah sementara Inggris memainkan bola-bola panjang (long term oriented). 


          Inggris adalah pemain tenang, sabar dan tidak gegabah sementara, AS adalah pemain agresif dan cenderung kasar. Inggris lebih banyak menggunakan pendekatan soft power sementata AS lebih sering menggunakan hard power.


==============================







   Mari kita jadikan PALESTINA sbg studi kasus. 
    Lihat bagaimana Inggris bermain...


           Kita semua tahu INGGRIS adalah arsitek utama dibalik ide dan rencana pendirian negara Israel. Untuk mendirikan sebuah negara yahudi di tanah Arab tidak semudah yg dikira, INGGRIS setidaknya butuh puluhan bahkan ratusan tahun untuk mempersiapkan pendirian negara Israel ini. Luar biasa sabar bukan?  


          INGGRIS mulai bekerja sejak era Ottoman berkuasa. Saat itu Ottoman adalah penghalang utama berdirinya Negara Yahudi (Israel). Sehingga Ottoman harus ditumbangkan. Bagaimana menumbangkan Ottoman yg superpower di masa itu? Apakah dengan Perang Langsung? 


TIDAK. Inggris bukan tipe pemain seperti itu (beda dengan AS) ia punya nafas kuat untuk permainan rally-rally panjang. 


INGGRIS kemudian menyusun master plan jangka panjang.


          Pertama-tama INGGRIS bekerja menggerogoti Ottoman dari dalam dimulai dengan menciptakan/memanfaatkan tokoh garis keras bernama Muhammad bin Abdul Wahab (1701) yang bekerja bersama Muhammad Bin Saud yang saat itu hanya sebagai kepala suku di sebuah wilayah kecil bernama Nejd. 


          Inggris yang mempertemukan mereka dan menyuplai senjata ke mereka dan akhirnya mereka mulai menebar teror dan kekerasan. Hingga mereka berhasil melakukan  ekspansi dan menaklukan berbagai wilayah Jazirah Arab seperti Mekkah dan Madinah. 


Pemberontakan (makar) ke Ottoman dimulai darisana. 


Singkatnya, Ottoman terjebak di Perang Dunia 1 dan akhirnya kalah. 


    Di tengah berkecamuknya PD 1, tepatnya Desember 1915 Ibn Saud menyepakati Traktat dengan Inggris, dimana Inggris mengakui kekuasaan Ibn Saud atas Nejd, Hasa, Qatif dan Jubail. 


Sebagai imbalannya, Ibn Saud berjanji akan membiarkan 
Berdirinya Negara Yahudi di Bumi Palestina.


Kekejaman dan Kebiadaban Zionis Israel



       2 Tahun kemudian (1917) Menteri Luar Negeri Inggris Arthur Balfour menerbitkan deklarasi Balfour kepada Lord Rothschild yang menjanjikan berdirinya Negara Yahudi di Palestina.


           Satu Tahun, sebelum deklarasi pendirian negara Israel 1948, Inggris terlebih dahulu meninggalkan dan melepas mandat nya sebagai negara protektorat untuk Palestina. Sebab, Inggris sudah bisa memastikan Negara Yahudi itu akan segera berdiri di Palestina. 


Lihat bagaimana Inggris bekerja dalam waktu yang lama, sejak awal abad 18 hingga pertengahan abad 20 hanya untuk pendirian satu negara Yahudi. 


Lalu, setelah Israel berdiri apakah tugas Inggris sudah selesai? 

BELUM.


INGGRIS masih punya pekerjaan besar untuk berdirinya ISRAEL RAYA (lihat dokumen Yinon Plan).  Lalu bagaimana peran yang dimainkan Inggris saat ini? 

Sama seperti dulu,

        Inggris tetap bekerja dalam senyap. Operasi-operasi yg dilakukan Inggris bukan operasi militer seperti yg dilakukan AS. Dalam struktur gerakan, Inggris mengambil peran membangun soft-structure (suprastriktur) sementara AS bekerja untuk basic-structure (inprastruktur). 






Soft-structure itu dibangun melalui institution and capacity building.


         Mereka bergerak di ranah pendidikan, pelatihan, kebudayaan yang digerakan melalui berbagai lembaga atau institusi yang sengaja dibentuk untuk tujuan tertentu. Tujuannya, untuk membangun kesadaran baru atau kepercayaan baru untuk melemahkan arus resistensi terhadap Israel sekaligus mempermudah dominasi Israel di kawasan.


Disaat Israel terus melancarkan agresi ke Palestina, di belakang sana ada Inggris yang terus aktif menyebarkan virus-virus pembunuh resistensi. 


Sebagai contoh, coba lihat, 

         Negara mana yang paling sibuk memecah belah umat Islam? 

      Tidak lain adalah Inggris, Inggris-lah yang bekerja dibalik kemelut panjang Konflik Sunni-Syiah, tidak cukup sampai disitu,  kelompok Sunni juga dipecah-pecah dan Syiah juga ikut di belah.


sekarang ada SYIAH LONDON. 

        Mereka adalah Syiah buatan Inggris di danai dan bermarkas di Inggris. Mereka diciptakan untuk merusak persatuan Islam.


Lihat juga HIsbut Tahrir, pusat gerakannya jg ada di Inggris. Dan masih banyak organisasi keagamaan lainnya yg pusat gerakannya dikendalikan dari London.


      Contoh lain, mereka melakukan infiltrasi kebudayaan secara global, termasuk memproduksi berbagai wacana/diskursus destruktif yang dapat merusak mental, katakter dan iman umat Islam.


Sebagai contoh, 

             Budaya LGBT yg masuk ke indonesia itu tidak langsung, melainkan transit di Thailand terlebih dahulu. Hingga akhirnya LGBT masuk dan perlahan mulai di afirmasi oleh masyarakat. Muslim Indonesia karena tuntutan global.


Lalu apa pengaruhnya ke Palestina?


         Ketika moral umat Islam di Indonesia sudah hancur, maka mereka tidak akan peduli lagi dengan Palestina. Mereka akan melupakan dan meninggalkan Palestina. Hal ini juga terjadi di Palestina untuk memperlemah semangat perlawanan rakyat Palestina. 


         Simpel bukan? 

Tapi banyak dari kita tidak menyadarinya. Semoga kita bisa mengenali siapa musuh Islam Yang paling berbahaya sebenarnya.

By. Ali Akbar Maulana
Kandidat Doktor Ilmu Politik 
Universitas Cambridge London








Baca sambungan klik disini >>>Jihad Islam dan Jihad Ala Eropa


Baca juga :