Jumat, 09 April 2021

1. Sayyid Husein Tuan Besar Mempawah, : Bag.I. - Keturunan Beliau

Kronologi, Riwayat Hidup, dan Keturunan Beliau.

Bagian Pertama

By : SAY Qadrie 

Pustaka Sejarah






Titah Duli Yang Maha Mulia 
Sultan Syarif Abubakar 
Sultan Pontianak ke.VIII
Cucu Habib Husein Tuan Besar Mempawah 
dari keturunan Sultan Abdurrahman



Bagian Pertama, : 

Kronologi, Riwayat Hidup, dan Keturunan Beliau.


Pengantar : 


           

 Nama  Sayyid Husein Tuan Besar Mempawah bin Ahmad Al Qadry tak dapat dipisahkan dengan berdirinya Kesultanan termuda 

 , yaitu Kesultanan Kadriah di Pontianak. Gelar Tuan Besar adalah gelar kehormatan kepada seseorang yang sangat di hormati pada zaman itu. 


Pontianak adalah Kesultanan yang berdiri pada tahun 1778. M, didirikan oleh salah satu putra Habib Husein Tuan Besar Mempawah, yang bernama : Abdurrahman bin Habib Husein. Kesultanan Pontianak ditabalkan setelah menundukkan kerajaan Sanggau, dan Tayan.  


           Masa persiapan berdirinya kesultanan  selama sekitar 7 tahun, sejak hutan pertama di tebang pada : 23 Oktober 1771.M.  Beliau, Sultan Abdurrahman dinobatkan oleh Raja Muda Riau, Sultan Haji bin Opu Daeng Celak, yang Dipertuan Muda Riau. 


 Abdurrahman dinobatkan sebagai Sultan di Kesultanan Pontianak dengan gelar : Sultan Sayyid Syarif Abdurrahman Nur Alam Kahar, pada tahun : 1778.M.  



A. Genealogy Habib Husein Tuan Besar Mempawah, 


         Setelah beberapa lama di Matan, Habib Husein kemudian menikah  dengan  putri Sultan Matan, sebagian mengatakan kerabat Sultan,  bernama Utin Kabanat, di kenal dengan nama Nyai Tua. Dari 3x menikah di matan, dan terakhir di mempawah, beliau mendapatkan keturunan  : 



A. I. Keturunan Habib Husein : 

       Generasi Pertama,  Anak Laki - laki, dari  Istri : 


1. *Syarif Abdurrahman bin Habib Husein, ( lahir di Matan, ibu Nyai Tua, Utin Kabanat)

2. *Syarif Alwie bin Habib Husein, (lahir di Matan,  Ibu Nyai Tua, Utin Kabanat )

3. *Syarif Abubakar bin Habib Husein, ( lahir di Matan, ibu Nyai Tengah ) 

4. *Syarif Muhammad bin Habib Husein, ( Lahir di Matan, ibu Nyai Tengah )

5. *Syarif Ahmad bin Habib Husein,  (Lahir di Matan,  Ibu Nyai Bungsu) 

6. *Syarif Ali bin Habib Husein, ( Ibu Nyai bungsu )

7. *Syarif Ahmad Bungsu bin Habib Husein, ( ibu Nyai Piring, lahir di Mempawah )


       Disini dapat dilihat bahwa, Sultan Abdurrahman adalah satu ayah dan satu ibu dengan Syarif Alwie bin Habib Husein, sedangkan Syarif Abubakar satu ibu dengan Syarif Muhammad. 


Jadi Sultan Abdurrahman dengan Syarif Abubakar saudara satu ayah, beda ibu. Mereka sama - sama lahir di Matan, dengan selisih tahun kelahiran yang tidak begitu jauh. 


    Dalam semua catatan dan manuskrip tua, baik itu dalam catatan keluarga, dokumen Belanda, Inggris, Arab Melayu, dan Hadist Keluarga, bahkan Ratib Al Qadri , serta riwayat turun temurun dari ayah ke anak, dari generasi ke generasi, keturunan Abubakar bin Habib Husein ini ada, sejak zaman membuka hutan Pontianak, tahun 1771M, hingga pentabalan Sultan Syarif Abdurrahman sebagai Sultan Pertama Kesultanan Pontianak, 1778 M : nama Abubakar bin Habib Husein  ada dan tercatat. 


     Jika ada yang menyebutkan bahwa beliau ini wafat, tidak diketahui makamnya, bahkan tidak meninggalkan keturunan, : 

Maka jelas itu fitnah besar ! 




Salah satu pulau - pulau yang dulu biasa dijelajahi
Sultan Abdurrahman bersama saudara- saudaranya
Sebelum membuka hutan kota Pontianak


B. Keturunan lengkap Habib Husein Tuan Besar Mempawah, 


        Habib Husein bin Ahmad Al Qadri, setelah menetap sekitar 17 tahun di Matan, Kemudian pindah ke Mempawah dan menetap selama,  24 tahun sampai tutup usia, 64 tahun. Beliau masuk kke Matan sekitar tahun 1725 - atau sebelumnya, 

Berangkat dari Matan, Pada: 8 Muharam 1160 H/20 Januari 1747M 

      Habib Husein bin ahmad,  bin Husein, bin Mohammad Alkadri, (AL-QADRY) Tuan Besar Mempawah. Beliau  adalah Ayah dari  Sultan Syarif Abdurrahman  Pendiri Kesultanan Kadriah Pontianak.


Keturunan Beliau di  Borneo ( Habib Husein bin Ahmad Al Qadry ) Tuan Besar Mempawah, berjumlah 16 , Perempuan dan Laki - laki, diantara nya :



K r o n o l o g i,: 


      Habib Husein bin Ahmad, bin Husein, bin Mohammad Al Qadry, Tuan Besar Mempawah : 

#, 1703 M  Lahir : Tarim Hadrami, 1703 M sebagian riwayat menyebutkan tahun 1706 M, dan 1708 M. Perbedaan tahun ini tidak menjadi dasar perdebatan sejarah. 

#, 1725 M  : Mendarat di Matan   sebagian menyebutkan usia 23 tahun (1726 M). Berdasarkan catatan tua Al Qadri, diperkirakan usia 23 tahun  lebih mendekati kebenaran, setelah 5 tahun menjelajahi India, Sumatra, Jawa, dan Melaka. 

      Karena beliau berangkat dari Hadrami usia 18 tahun saat itu.

Karena nya, pada pada sekitar 1726 M, beliau sudah sampai di Matan, kemudian menetap dan menikah di tempat ini. Tidak tertutup kemungkinan beliau juga sempat menikah, sebelum menyeberang dan menetap di Matan. 

     Sebab Abdurrahman lahir 1730 M, setelah melahirkan Syarifah Khadijah adik Dari satu ibu yaitu putri Sultan Mohammad Zainuddin, Sultan Matan, bernama Utin Kabanat, di kenal dengan nama Nyai Tua, meninggal dunia.  Nama aslinya adalah : Putri Chandramidi (Tua ) binti Sultan Mohammad Zainuddin. Raja Matan Islam Tanjungpura.  



Jejak Habib Husein di Negeri Matan


B.1. #, - Keturunan dari Nyai Tua, (Utin Kabanat ) : Istri Pertama 1


B.1.1.1730 M lahir  :  *Syarif Abdurrahman, bin Habib Husein,  kelak menjadi Sultan Pontianak: (Lahir di Matan pada pukul 10 pagi, hari Senin 15 Rabiul Awal tahun 1142 H bertepatan dengan 1730 M.)

B.1.2.   *Syarifah Khadijah, anak terakhir Nyai Tua, binti Habib Husein ( Putri )

B.1.3.  *Syarifah  Mariyah,  binti Habib Husein (Putri) 

B.1.4.  *Syarif Alwie, bin Habib Husein,  (Tuan Bujang )

B.1.5.  *Syarifah Aliya atau Aluya, binti Habib Husein ( Putri)  


    Syarif Abdurrahman Al-Qadrie ( Sultan Pertama Kesultanan Kadriah, Pontianak)  lahir di Matan pada pukul 10 pagi, hari Senin 15 Rabiul Awal tahun 1142 H bertepatan dengan 1730 M. ( sebagian mencatat 1739 M )  Sepanjang hayat nya beliau Menikahi 67 perempuan sebagai Istri nya. Ada yang mencatat, 21 dan ada juga yang mencatat 25. Sultan mewariskan   101 keturunan. 


       Satu hal bahwa, Sultan Abdurrahman, memilki  tidak lebih dari 4 istri yang hidup se zaman, semasa dan sewaktu, karena syari"at yang beliau taati adalah Syari"at Muhammad Rasullullah, yang membatasi hanya :--" Dua, Tiga, atau Empat, "- - kecuali setelah di pisah/di ceraikan. 


         Dalam satu catatan lain, disebutkan Sultan Abdurrahman  dikaruniai 68 anak dan 66 anak yang hidup sampai dewasa. Terdiri dari,:  33 atau 34 anak laki laki . 

       Dari keturunan Sultan Abdurrahman , yang hidup dan memiliki keturunan inilah, Anak cucu Habib Husein menyebar. 

       



#, 1733 M   :  Habib Husein Menikahi Nyai Tengah, sebagai istri kedua, setelah wafatnya Nyai Tua. 

Sedangkan dari Nyai Tua, Habib Husein mendapatkan 5 orang anak. 

     





B.2. #,- Keturunan dari Nyai Tengah, Istri ke 2 :


B. 2.1.1735 M lahir : *Syarif Abubakar bin Habib Husein, Panglima Laksamana Tua, lahir di Matan :  1735 M - Wafat  Pontianak.  Kamis, :  27 JULI  1814 M. dalam usia : 79 tahun. Menikahi 11 wanita, salah satunya : Syarifah Aminah Alydrus, dari Trengganu, Dipanggil ( TOK ABU KRAMAT ), Memilki keturunan diantara nya bernama : 


      Cucu #, 2.1.1. **Ibrahim bin Abubakar, 1773 - 1857 ( TOK AEM ), bergelar Panglima Hitam Paku Alam Segeram,  ( anak cucu Keturunan  Ibrahim ditemukan  di Pontianak, daerah Siantan. Kebanyakan anak perempuan nya. Makam beliau ditemukan di Natuna, Kampung Segeram bersama ibu dan saudara beliau, serta kaum kerabatnya. Sedangkan keturunan anak lelaki ditemukan di Sei Pinyuh, Mempawah, Singkawang, Ngabang, Sanggau, Surabaya, Malang, Jakarta, Kuching, dan Pulau Tujuh ) 


     Cucu #, 2.1.2. **Jamalullail bin Abubakar, 1778 -1869  Beliau hidup sampai tua, karena keluarga ini mengenal beliau dengan panggilan : ( TOK LIL ), Datuk adalah panggilan untuk orang yang sangat tua, baik secara usia, maupun kepangkatan urutan generasi.   ( Belum diketahui keturunan beliau ini )


    Cucu #, 2.1.3. **Yusuf bin Abubakar, 1776 - 1867 ( anak cucu " Ki Sauki Yusuf"  ini  makam Yusuf ditemukan di Segeram, Natuna. Keturunan ini ditemukan di Ranai, Serasan, Sedanau, Midai, Sei Pinyuh, Mempawah, dsk  serta di daerah lain.  Yang terkenal diantaranya : Syarif Abdullah bin Yahya bin Yusuf bin Abubakar  / Syarif Tue,  di Bali ) Dalam sejarah Loloan, beliau disebutkan berusia sangat panjang, hingga mencapai : 104 tahun usia hidup nya.


Klik link  : Baca disini keturunan  lengkap Sayyid Abubakar : 


      Nampaknya keluarga ini memang agak sedikit berbeda, jika para sejarawan mendefinisikan ukuran satu generasi itu sekitar 25 tahun, maka, khusus keluarga ini terlihat bentang generasi nya bervariasi  antara : 20 - hingga 40 tahun, untuk satu generasi, atau terbentuknya generasi baru.


 Sehingga ada yang panjang, dan ada yang pendek. 

        Variabelnya adalah: 


Yang panjang bentang generasinya : 

      Mungkin disebabkan menikah di usia muda, 18 -20 tahun, memilki keturunan anak laki -laki pertama, dari istri pertama, dan kemudian keturunan ini menikah lagi dalam usia muda juga. 


Sedangkan yang bentang generasinya pendek :

        Bisa jadi disebabkan : - Usia hidup yang panjang, sehingga ada kemungkinan, mereka hidup sezaman antara : Anak, Ayah, kakek, dan Kakek Buyut, 4 generasi sezaman,- atau, merupakan putra dari istri terakhir, menikah di usia antara : 30 - 40 tahun, lambat dapat keturunan, misalnya baru usia 50 tahun dikaruniai anak laki - laki, atau anak laki - laki merupakan anak bungsu dari keluarga mereka


     Acuan dasar pembanding adalah silsilah Sultan Pontianak, yang saat ini, Sultan ke  IX, merupakan   cucu Habib Husein dari Sultan Abdurrahman, dan generasi ke  9 ( sembilan ) dari Habib Husein, serta generasi ke 43 dari Rasullullah :  

1.Sultan Syarif Mahcmud Melvin, 

2. bin Sultan Abubakar, 

3. bin Pangeran Agung Syarif Mahmud,( Dibunuh Jepang ) 

 4. bin Sultan Muhammad, (  Dibunuh Jepang )  

5. bin Sultan Yusuf, 

6. bin Sultan Hamid.I, 

7. bin Sultan Usman, 

8. bin Sultan Abdurrahman, : 

9. Bin Habib Husein Tuan Besar Mempawah, 


B. 2.2. 1746 M Lahir : *Syarif Muhammad bin Habib Husein, Gelar : Tuanku Mad Bandar,  memiliki putra bernama : 

    Cucu #,  2.2.1. 1791 M lahir   : **Syarif Husein bin Muhammad bin Habib Husein, dan 

    Cucu #, 2.2. 2. 1803 M  lahir  : **Syarif Ali bin Muhammad bin Habib Husein, pada 1853 M, Syarif Ali ditunjuk sebagai Administrator Landak, di usia sekitar 50 tahun.

      Cucu #, 2.2.3. **Syarif Ja"far bin Muhammad bin Habib Husein

      Cucu #, 2.2.4. **Syarif Sholeh bin Muhammad bin Habib Husein


B. 2.3.1750 M lahir : *Syarifah Aisyah binti Habib Husein, Ibu Nyai Tengah( Putri) 


#, 1745 M : Habib Husein kemudian Menikah lagi dengan Nyai Bungsu putri Sultan Sanggau

B.3. #, - Keturunan Nyai Bungsu, : Istri ke 3 :

B. 3.1.  1746 M  Lahir : *Syarif  Ahmad.I. bin Habib Husein

B. 3.2. 1748 M lahir : *Syarifah Nur binti Habib Husein ( Putri)

B. 3.3. 1750 M lahir : *Syarifah  Maryanah binti Habib Husein (Putri) 

B. 3.4. 1752 M lahir : *Syarifah Muhsena binti Habib Husein (Putri)

B. 3.5. 1753 M lahir : *Syarif Ali bin Habib Husein


       #,Setelah hijrah dan Pindah ke Mempawah bersama istri dan anak - anak nya, Habib Husein kemudian, menikah lagi dengan wanita setempat, dikenal dengan nama Nyai  Piring.  


#, 1756 M : Menikahi Nyai Piring di Mempawah 


B.4. #, - Keturunan Nyai Piring,  Istri ke 4, dinikahi di Mempawah : 

B. 4.1. 1758 M lahir :  *Syarif Ahmad .II. bin Habib Husein,

B.4.2. 1760 M lahir :  *Syarifah Fatimah binti Habib Husein (Putri)  

           Habib Husein menurunkan 7 putra dan 9 putri, dari 4x menikah di Borneo. Istri pertama nya, Nyai Tua, Putri Raja Matan, Sultan Ma"zidin. Beliau menetap di Matan selama 17 tahun.





Anak Cucu Habib Husein Tuan Besar Mempawah di Pulau Bali
Kompleks Makam Syarif Abdullah bin Yahya Maulana Al Qadry/Syarif Tue
Loloan. Bali Barat. Jembrana



 C. Cucu -  cucu Habib Husein  : Generasi Kedua, Ketiga, Keempat, dst


C. 1. Dari Keturunan Sultan Abdurrahman Pontianak,: 


    Dari putra tertua nya, laki - laki  Syarif Abdurrahman, yang kemudian menjadi Sultan Abdurrahman, Sultan Kesultanan Pontianak Pertama, : Habib Husein memperoleh 101 cucu,

II.1.1730 M lahir  :  *Syarif Abdurrahman, bin Habib Husein,  kelak menjadi Sultan Pontianak: (Lahir di Matan pada pukul 10 pagi, hari Senin 15 Rabiul Awal tahun 1141 H bertepatan dengan 1730 M.) 

     Sepanjang hayat nya beliau Menikahi 677 perempuan sebagai Istri nya. Ada yang mencatat, 21 dan ada juga yang mencatat 25



Keultanan Pontianak, Napak Tilas 



C. 2. Keturunan Abubakar Bin Habib Husein, : ( Cucu Habib Husein ) 


     Dari keturunan Syarif Abubakar bin Habib Husein


Menurut kitab tua ya"ni, :

1. Kitab Almausuah Li Ansabil Imam Al-Husaini . 2. Asy-syajarah Al-Alawiyyah. 3. Asy-Syajarah Al-Husainiyyah Al Mausuah li  Al Imam Husein, ada terdata bahwa : Abubakar ini memiliki banyak keturunan. 

       Dalam versi catatan Berdasarkan Data Tua: Nomor buku 763 s/ 770 halaman 336, angka tahun : 1857 M Tulisan Pangeran Bendahara Tua, Syarif Ja far bin Sultan Hamid I Alqadri, keturunan beliau tercatat lengkap.


 Keturunan  Lengkapnya : 


C. 2.1.1735 M lahir : *Syarif Abubakar bin Habib Husein, Panglima Laksamana Pertama / Tua, lahir di Matan :  1735 M - Wafat  Pontianak.  Kamis, :  27 JULI  1814 M. 

Dalam usia : 79 tahun. Memilki keturunan diantaranya 

Keluarga Anak dan Istri serta Keturunan beliau:

        *Syarif Abubakar bin Habib Husein, setelah melanglang lautan, kemudian menikahi 11 wanita masing-masing :


 I. Aluyah Sambe, dinikahi sekitar tahun 1767 M, 

    Dikaruniai keturunan 6 anak

I.1. Sayyid Abdullah, lahir :  1769 M, wafat 1856 M, Makam di Lombok

I.2. Sayyid Husein, lahir di Lombok   : 1772 , Kembar  Abdillah.  Makam di Pantai Lombok

I.3. Sayyid Abdillah, Lahir  di Lombok  1772 , Kembar Husein . Makam di Pantai Lombok 

I.4. Sayyid Jamaluddien , lahir  1779 M, Wafat   1850 M 

I.5. Sayyid Mohdar,  Lahir  1782, Wafat  1860 , Makam sekitar kraton Sambas

I.6. Sayyid Najarudien ( lahir karena Nazar setelah wafatnya Abdurrahman Bayi )



II. Inche Aminah / Syarifah Aminah binti  Sayyid Abdullah Alidroos Wanita yang berasal dari Trengganu, dan ada hubungan dengan Kubu,  dikaruniai 6 anak :

II.1. Sayyid Ibrahim,  lahir  1773, Wafat 1857, Makam  Kpg. Segeram, Natuna

II.2. Sayyid Yusuf ,  lahir   1776 , Wafat  1867, Makam Pulau Bali

II.3. Sayyid Jamalullail,  lahir 1778 , Wafat  1869, Makam Kpg.Segeram, Natuna

II.4. Sayyid ALI :( makam TPU Sungai Bambu, Tanjung Priok  ) 

II.5. Sayyid Abdurrahman, lahir  1781 , Wafat 1872, Makam Kpg. Segeram,Natuna

II.6. Sayyid Maulana Malik  lahir  1783, Wafat   1871, Makam Mbah Priok Batavia 



III.Inche Salmah, dikaruniai  5 keturunan : 

III.1. Sayyid Abunijam, Lahir 1776, Wafat 1859, Makam tua kandangan di Aceh

III.2. Syarifah Fathimah ( Pr )

II.3. Sayyid Abdurrahman  ( Wafat Bayi ), makam Mariana

III.4. Sayyid Hasan,  lahir  1774, Wafat  1860, Makam  Jln. Taman Sri Kuncoro.III. No.28. Kalibanteng Kulon Semarang Barat Jawa Tengah  

III. 5. Syarifah Aishah  ( Pr )


IV. Dayang Kesumbi, Sintang, keturunan  : 

1. Sayyid Ahmad 

2.Syarifah  Laila

3. Sayyid Hamid

4. Syarifah Salmah


V. Saodah  ( dari Madura ) Sumenep,

1. Sayyid Wahidin 

2. Sayyid Syamsudin 


VI. Kristina ( Minah ) Papua, keturunan : 

1. Sayyid  Al Amanah

2. Sayyid Samanhudi

3. Syarifah Rukayah


VII. Dayang Cut Maidah, Palembang , keturunan :  

1. Sayyid Tengku  Burhanuddin

2. Sayyid Tengku Rahmadi 

3. Syarifah Cut Salmah Munawarah


VIII. Saidah , Kapuas Hulu, tidak berketurunan


IX. Dewi Asmairah, keturunan :  

1.  Sayyid Muhammad Jamalullail


X. Nurmaini, wanita Singapore, tidak berketurunan,    


Siapa dan dimana keturunan mereka dibawah  ini, ?

         masih terus dilakukan penelitian dan penelusuran: 

3. *Syarif  Alwie bin Habib Husein, ( Tuan Bujang wafat tidak meninggakan  keturunan, makam Sejegi disebelah makam Habib Husein  ) 

4. Siapa Keturunan *Syarif Muhammad bin Habib Husein,

5. Siapa Keturunan *Syarif Ahmad bin Habib Husein , ?  

6. Siapa Keturunan *Syarif Ali bin Habib Husein, ?

7. Siapa Keturunan *Syarif Ahmad Bungsu Bin Habib Husein, ?

----------------------------------------------


Refrensi Utama : 

==, Diantara berbagai sumber adalah : 

1. Kitab Almausuah Li Ansabil Imam Al-Husaini . Pustaka Azmatkhan 

2. Asy-syajarah Al-Alawiyyah. Pustaka Azmatkhan

3. Asy-Syajarah Al-Husainiyyah Al Mausuah li  Al Imam Husein, Pustaka Azmatkan

4. Berdasarkan Manaqib singkat tulisan Pengeran Bendahara  Syarif Ahmad bin Sultan Abdurrahman, dan dokumentasi Belanda tahun 1827 M, yang menyebutkan tentang nama Ki Sauki atau Syaugi Yusuf, makam nya ditemukan di kepulauan Natuna, Kampung Segeram wilayah kepulauan Riau, dan hingga hari ini banyak ditemukan  keluarga Al Qadri di Serasan, Terempa, Midai, Letung, Sedanau, Bunguran Besar, Natuna, Ranai, Sarawak, dll.Koleksi keluarga Al Qadri

5. Berdasarkan Data Tua Nomor buku 763 s/ 770  halaman 336, angka tahun : 1857 M Tulisan Pangeran Bendahara Tua, Syarif Ja far bin Sultan Hamid I Alqadri, : Koleksi Pribadi keluarga AlQadri

Referensi : 

WK Team Di rangkum dari berbagai  sumber .

Sumber buku dan referensi :

Para Penyebar islam di indonesia

Ksatria Khatulistiwa

Menapak Tilas Kerajaan tanjung Pura

Islam di pesisir kalimantan barat

The sarawak Journal

1. Sejarah Habib Husein 

2. Sejarah Sultan Abdurrahman

3. Syarif Tue/ Abdullah bin yahya

4. Sayyid Yahya sejarah hidupnya

5. Pengembaraan Habib Husein

6. Silisilah Habib Husein Tuan Besar Mempawah


Keterangan Penanda :

 Bintang (*) Generasi pertama/ Anak

Bintang (**) Generasi Kedua/ Cucu

Bintang (***) Generasi ketiga, dst


( Bersambung ke Bagian Kedua ,...) 

Klik disini >>>Sayyid Abubakar Putra Habib Husein