Kamis, 12 Mei 2022

Palestina, : Help Me Please, !! Mayday, Mayday !

Dengan cara perundingan, lobby, dan siasat lihai, 

Barat berhasil menguasai dunia Arab,"

By SAY Qadrie

Reportase 



Palestina adalah Kita



##, Pengantar 


Konflik Israel - Palestina, 


        Sesungguhnya adalah konflik antara "Negara Penjajah" Vs " Bangsa Terjajah"  Israel adalah nama Negara yang didirikan kelompok Zionist Internasional, pada tahun 1948 dibawah mandat "Sekutu" yang menang perang dunia ke 2. 

        Sejak bangsa Yahudi ini masuk ke Palestina, Penjarahan tanah, pembunuhan, pembantaian, penangkapan, eksekusi gelap, terus berlangsung hingga hari ini. 

      Sudah puluhan ribu nyawa orang Palestina melayang, dan puluhan ribu dianggap hilang, serta puluhan ribu mendekam di tahanan.  

Entah sampai kapan !


      Tulisan ini berasal  dari 2 artikel yang berbeda, dijadikan satu, karena tema yang sama. Bagian pertama tulisan Karta Raharja pada tahun 2018, dan Bagian kedua tulisan Profesor Norman Finkelstein pada tahun 2021, aslinya  dalam bahasa Inggris, di translate kan secara bebas ke bahasa Indonesia. 


       Kedua tulisan ini mengenai satu hal : bagaimana dunia Barat mengelabui umat Islam. Setelah era penjajahan dan eksploitasi, mereka menciptakan negara penjajah baru, "dengan legitimasi Balfour" bernama Israel di Timur Tengah. 


    Setelah meruntuhkan negara Kesultanan Turki Ustmani, Barat menciptakan kesultanan baru di jazirah arab, " yang disesuaikan dengan kepentingan Barat" bernama Kerajaan Saudi Arabia. 


I.     Propaganda jihad Eropa mencabik-cabik dunia Islam.

II.   Deklarasi Balfour 1917  Mengesahkan Penjajahan Israel


Senin 12 Nov 2018 14:03 WIB

Red: Karta Raharja Ucu


I. Jihad ala Eropa


          Artikel-artikel yang mendorong jihad melawan Inggris-Prancis diterbitkan para orientalis Jerman. Di Zossen, Jerman, didirikan kamp bagi prajurit-prajurit Muslim dari Afrika Utara untuk mengesankan keberpihakan Jerman pada umat Islam. 

Dan yang utama, Jerman melakukan pendekatan ekonomi dan militer besar-besaran kepada Turki Utsmani.


          Rencana itu akhirnya mendapat angin segar saat kaum unionis yang diwakili Komite Persatuan dan Kemajuan (CUP) menguasai Turki, menempatkan Sultan Mahmud V di singgasana, dan memutuskan persekutuan lama Turki dengan Inggris dan Prancis. 

Akhirnya, pada Agustus 1914 Jerman berhasil menyegel aliansi Mahmud V dan memicu sejumlah insiden yang mendorong kerajaan itu akhirnya terjun secara resmi dalam Perang Dunia I.


         Sementara, di sisi lain, Prancis dan Inggris juga memanfaatkan Muslim dalam Perang Dunia I. Berbagai dokumen mencatat, sejak mula perang, Prancis telah merekrut sekitar 170 ribu pasukan Muslim dari wilayah jajahan mereka di Maroko, Tunisia, dan Aljazair. 

Dari jumlah itu, pada akhir perang, sedikitnya 36.000  gugur.


Sultan Mahmud V.
Kekaisaran Turki Usmani 


       Sementara, Luc Ferrier dalam bukunya The Unknown Fallen (2018) menuliskan sebanyak 400 ribu Muslim dari wilayah jajahan Inggris di Asia Selatan juga ikut berperang. Ia mencatat, sedikitnya 2,5 juta pasukan Muslim berperang pada sisi sekutu Inggris-Prancis-Rusia dalam Perang Dunia I


          Seruan jihad dari Turki sempat memicu keengganan berperang pada pasukan Muslim yang harus menghadapi saudara-saudara seagama mereka. Kendati demikian, seperti disinggung dalam dokumenter Aljazirah “World War I Trough Arab Eyes”, keengganan tersebut kerap diredam dengan hukuman mati bagi prajurit yang membelot. 


Sementara Jerman melancarkan propaganda jihad mereka, 

Inggris menggagas agenda mereka sendiri di Hijaz. 


           Dokumen-dokumen sejarah mencatatkan bagaimana Kerajaan Inggris secara aktif mendorong penguasa-penguasa lokal di wilayah Hijaz dan Najd (  wilayah Arab Saudi saat ini  ) untuk memberontak melawan kekuasaan Turki Utsmani.


Bahkan, sejak 1 November 1914, 

            Sebelum Turki Utsmani secara resmi terlibat dalam Perang Dunia I, Konsulat Jenderal Inggris untuk Mesir Herbert Kitchener telah mengirimkan surat kepada Sarif Makkah Hussein bin Ali :  

""Menjanjikan kemerdekaan wilayah itu jika mereka membantu melawan Turki Utsmani""  ( Upaya ini rupanya jebakan maut, untuk menggerogoti Turki dari dalam)


          Inggris juga mengirimkan dana dan persenjataan serta agen-agennya, seperti TE Lawrence dan Gertrude Bell untuk mendorong Revolusi Arab melawan Turki Utsmani.


Selain dengan Hussein bin Ali, 

Inggris juga membuat perjanjian dengan Bani Saud 

Yang berkuasa di Najd pada 25 Desember 1915. 


      Kesepakatan antara Sir Percy Cox, perwakilan Inggris di Timur Tengah; dengan Abdul Aziz bin Saud itu menjanjikan penyerahan wilayah Kuwait, Qatar, dan Tenggara Teluk Persia kepada Bani Saud dengan syarat : mereka tak menganggu wilayah Syarif Makkah. 


Perjanjian yang diteken di Darin, Pulau Tarut, itu juga menyegel kesediaan Bani Saud terlibat dalam Perang Dunia I melawan Turki Utsmani di Timur Tengah.


Pada akhirnya Kesultanan Turki Utsmani yang sedianya sudah lemah sebelum Perang Dunia I serta Kekaisaran Jerman dan sekutu mereka kalah perang.


Pasukan Turki Usmani


Genjatan senjata global diteken pada 11 November 1918, 


           Tepat seratus tahun lalu. Gencatan senjata yang diperingati secara meluas di negara-negara Barat kemarin untuk sementara mengakhiri perang. Kendati demikian, bagi Dunia Islam, ia adalah awal dari konflik berkepanjangan.


           Wilayah-wilayah di Timur Tengah dibagi-bagi para pemenang perang dengan batas-batas yang ditarik serampangan. Kekhalifahan Turki Utsmani yang menurut Richard Hooker dalam bukunya The Ottomans (1996), berhasil menegakkan semacam stabilitas di Timur Tengah, dibubarkan. 


Menimbulkan kekosongan kekuasaan yang memunculkan perebutan wilayah seturut sentimen-sentimen primordial dan kepentingan negara-negara kolonialis.


               Sementara, pada 1917 seturut ketakutan bahwa kaum Yahudi di Amerika Serikat akan merayu negara tersebut berpihak ke Jerman pada Perang Dunia I, Inggris menerbitkan Deklarasi Balfour yang menjanjikan pendirian negara Israel di Palestina. 


              Deklarasi yang terus diingat dengan nelangsa warga Palestina yang masih terjajah dan terusir dari tanah mereka hingga kini. Di Eropa, Perang Dunia I punya julukan “Perang untuk Mengakhiri Semua Perang”. Namun, untuk Dunia Islam, perang itu justru memicu banyak perang lain nya di masa datang. 


David Fromkin menuliskan pada 1989,: 

 "justru perdamaian yang disepakati pada saat-saat itulah akhir dari segala kedamaian di Timur Tengah, dan awal penderitaan Bangsa Palestina"



Setiap hari Palestina Bersimbah Darah




II. Hasil Deklarasi Balfour 1917 : Berdirinya Negara Israel 1948



##,  S a y a   I s r a e l  "

       Ditulis oleh Profesor Norman Finkelstein ( Translate dari Bahasa Inggris ) 

       Dunia telah dibohongi selama 73 tahun. 

       Orang-orang Palestina dihancurkan di depan mata kita, dan banyak dari mereka yang telah berteriak keras, 'Jangan lagi', dan kita hanya memalingkan muka.

 

'Saya Israel.

            Aku datang ke negeri tanpa kaum untuk kaum tanpa negeri. 

         Orang-orang yang kebetulan berada di sini, tidak berhak berada di sini, dan orang-orang saya menunjukkan kepada mereka bahwa mereka harus pergi atau mati, menghancurkan 400 desa Palestina, menghapus sejarah mereka.

 

Saya israel.

        Beberapa orang saya melakukan pembantaian dan kemudian menjadi Perdana Menteri untuk mewakili saya. Pada tahun 1948, Menachem Begin bertanggung jawab atas unit yang membantai penduduk Deir Yassin, termasuk 100 wanita dan anak-anak.

 Pada tahun 1953, Ariel Sharon memimpin pembantaian penduduk Qibya, dan pada tahun 1982 mengatur agar sekutu kita membantai sekitar 2.000 orang di kamp-kamp pengungsi Sabra dan Shatila.


 

Kekejaman Eksekusi  ala  Israel 


Saya israel.

        Diukir pada tahun 1948 dari 78% dari tanah Palestina, merampas penduduknya dan menggantikan mereka dengan orang-orang Yahudi dari Eropa dan bagian lain dunia. Sementara penduduk asli yang keluarganya tinggal di tanah ini selama ribuan tahun tidak diizinkan untuk kembali, orang-orang Yahudi dari seluruh dunia dipersilakan untuk mendapatkan kewarganegaraan instan.

 

Saya israel.

           Pada tahun 1967, saya menelan sisa tanah Palestina - Yerusalem Timur, Tepi Barat dan Gaza - dan menempatkan penduduk mereka di bawah kekuasaan militer yang menindas, mengendalikan dan mempermalukan setiap aspek kehidupan sehari-hari mereka. 

Akhirnya, mereka harus mendapatkan pesan bahwa mereka tidak diterima untuk tinggal, dan bergabung dengan jutaan pengungsi Palestina di kamp-kamp kumuh Lebanon dan Yordania.

 

Saya israel.

Saya memiliki kekuatan untuk mengontrol kebijakan Amerika. 

       Komite Urusan Publik Israel Amerika saya dapat membuat atau menghancurkan politisi mana pun yang dipilihnya, dan seperti yang Anda lihat, mereka semua bersaing untuk menyenangkan saya. Semua kekuatan dunia tidak berdaya melawan saya, termasuk PBB karena saya memiliki hak veto Amerika untuk memblokir setiap kutukan atas kejahatan perang saya. 

Seperti yang diungkapkan Sharon dengan fasih, "Kami mengendalikan Amerika".


 

Inilah yang dilakukan Israel


Saya israel.

            Saya juga mempengaruhi media arus utama Amerika, dan Anda akan selalu menemukan berita yang sesuai dengan keinginan saya. Saya telah meng -investasikan jutaan dolar untuk perwakilan PR, dan CNN, New York Times, dan lainnya telah melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam mempromosikan propaganda saya. 

Lihatlah sumber berita internasional lainnya dan Anda akan melihat perbedaannya.

 

Saya israel.

                Anda orang Palestina ingin merundingkan “perdamaian!?” 

              Tapi Anda tidak secerdas saya; Saya akan bernegosiasi, tetapi hanya akan membiarkan Anda memiliki kotamadya Anda, sementara saya mengontrol perbatasan Anda, air Anda, wilayah udara Anda, dan hal penting lainnya. 

Sementara kita “bernegosiasi”, 

         saya akan menelan puncak bukit Anda dan mengisinya dengan pemukiman, yang dihuni oleh ekstremis saya yang paling ekstrem, bersenjata lengkap. 

         Pemukiman ini akan terhubung dengan jalan yang tidak dapat Anda gunakan, dan Anda akan dipenjarakan di Bantustan kecil Anda di antara mereka, dikelilingi oleh pos pemeriksaan di segala arah.


 

Inilah yang kami lakukan 
kepada Bangsa Palestina

Saya israel.

            Saya memiliki tentara terkuat keempat di dunia, yang memiliki senjata nuklir. Beraninya anak-anak Anda menghadapi penindasan saya dengan batu, tidakkah Anda tahu tentara saya tidak akan ragu-ragu untuk meledakkan kepala mereka?

             Dalam 17 bulan, saya telah membunuh 900 dari Anda dan melukai 17.000, kebanyakan warga sipil, dan memiliki mandat untuk melanjutkan karena komunitas internasional tetap diam. 

            Abaikan, seperti yang saya lakukan,  terhadap ratusan petugas cadangan Israel yang sekarang menolak untuk melakukan kendali saya atas tanah dan orang-orang Anda; suara hati nurani mereka tidak akan melindungi Anda.

 

Saya Israel.

Anda ingin kebebasan? 

Aku punya peluru, tank, misil, Apache, dan F-16 untuk melenyapkan mu

Saya telah menempatkan kota-kota Anda di bawah pengepungan, 

Menyita tanah Anda, mencabut pohon-pohon Anda,

Menghancurkan rumah Anda, 

Dan Anda masih menuntut kebebasan? 

Apakah Anda tidak mendapatkan pesan nya? 

Anda tidak akan pernah memiliki kedamaian atau kebebasan,

Karena saya adalah Israel.'


 





Baca lebih banyak klik >>> Deklarasi Balfour 



Sumber : 

- Ditulis oleh Profesor Norman Finkelstein, dalam bahasa Inggris

- Silakan juga membaca 'Pembersihan Etnis Palestina', 

   oleh profesor dan aktivis sejarah Israel Ilan PappĂ© .

Baca lain nya : Klik Link dibawah ini >>

1. Dinasty Zuriah Nabi terakhir

2. Kerajaan Saudi dalam kronologi  

3. Madinatur Rasul