Senin, 25 April 2022

ADA APA Dengan ALI ? : Polarisasi Seputar Ali

Seri Pemuka Ahl Baith Nabi : Pertama 

Buka mata, Baca sejarah

Jangan sia siakan anugerah akal yang berharga!

By SAY Qadri 

Pustaka Sejarah 


Ali bin Abi Thalib 
dengan kepala merekah 
setelah ditebas pedang 
pada 19 Ramadhan 
Gambar Imajiner



    Pada Jumat Subuh 19 Ramadhan tahun ke 40 Hijriyah, .....

        Khalifah Ali ditebas pedang yang telah dilumuri racun. Pedang itu sangat tajam, dan tebasan yang diayunkan "Abdurrahman Ibn Muljam" dengan sekuat tenaga, membelah tengkorak kepala beliau yang tengah sujud, lalu dengan cepat racun menyebar dan mencapai otak, .... 

      Imam Ali wafat 3 hari kemudian, pada Senin, 21 Ramadhan 40 Hijriyah dalam usia 63 tahun. 



" ADA  APA  Dengan  ALI ?"


1. ##,  Ali dalam selimut kisa"


#, Firman Allah : (Al-Quran Surah Al-Najm [ QS. 53: 3) 


Dan tiadalah yang diucapkan nya (Muhammad) itu menurut kemauan hawa nafsu nya.” -- Ayat ini merupakan penegasan Allah tentang ucapan dan perbuatan Rasullullah.-- Sehingga tidak ada dasar hukum nya yang dapat dijadikan landasan, ketika ada yang memperdebatkan, mempertanyakan, dan meragukan segala hal yang telah disampaikan serta digariskan oleh Rasullullah, 

Jika mereka mengaku menyembah Allah.  

     Ali bin Abi Thalib adalah tokoh kaum Mustad"afin, kaum yang tertindas, kaum proletar,  kaum yang terpinggirkan, tersisihkan, terabaikan, dilupakan,:  Digilas oleh harta, jabatan, kedudukan, kemuliaan, prestise, gegap gempita, sorak sorai, dan euphoria Madinah.

 

    Dia dijauhi, dihindari, dikucilkan, dimusuhi, difitnah dengan kejam, sampai  hari ini, namanya takut untuk disebut dan dimuliakan,  bahkan oleh anak cucu keturunan nya sendiri, dimana darah di nadi mereka,  adalah darah Ali yang mulia,


Bukankah Rosululloh SAW. bersabda ? :


         “Sesungguhnya bagi Alloh ada 3 “Hurumat” 

      ( Perkara yang tidak boleh Dilanggar ) Barangsiapa menjaga 3 Perkara tersebut, niscaya Alloh SWT akan menjaga urusan agama (akhirat), dan urusan dunia nya. Barangsiapa tidak menjaga 3 Perkara tersebut, maka tidak ada apapun bagi nya untuk mendapat perlindungan Alloh"

 

---, 3 Hurumat itu adalah :


1. Hurumatul Islam   :  Yaitu Kewajiban terhadap Islam

2. Hurumat ku  :  Yaitu Kewajiban terhadap Rosululloh SAW.

3. Hurumat Rahim ku  :  Yaitu Kewajiban terhadap Ahlul-Bait Rosululloh SAW.

 ---, Diriwayatkan dalam : - Kitab Mu'jam Al Kabir, Karya Imam Ath Thabrani - 

      Kitab Ashwa'iqul Muhriqah, Karya Imam Ibnu Hajar,-- 

 

وَقَرْنَ فِيْ بُيُوْتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْاُوْلٰى وَاَقِمْنَ الصَّلٰوةَ وَاٰتِيْنَ الزَّكٰوةَ وَاَطِعْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ ۗاِنَّمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيُذْهِبَ

عَنْكُمُ الرِّجْسَ اَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيْرًاۚ

 

      "Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu, dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya."

 

      "Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlulbait, dan membersihkan kamu sesuci - sucinya "  ( QS Al Ahzab : 33 )


     Dan tidak akan bertemu Seorang Mu’min dan Mu’minat, kecuali di dalam Hatinya terdapat Rasa Kasih Sayang terhadap Ahlul Bait.  (📚Kitab Syawahid at-Tanzil 1 : 464, Karya Al-Hafizh al-Hakim al-Hiskani)


Rosululloh SAW. bersabda :


ﻛُﻞُ ﺇِﺑْﻦِِ ﺃُﻧْﺜَﻰ ﻳَﻨْﺘَﻤُﻮْﻥَ ﺇِﻟَﻰ ﻋَﺼَﺒَﺘِﻬِﻢْ ﺇِﻻَّﻓَﺎﻃِﻤَﺔُ , ﻓَﺈِﻧِﻲْ ﺃَﻧَﺎﻭَﻟِﻴُﻬُﻢْ ﻭَﺃَﺑَﺎﻋَﺼَﺒْﺘُﻬُﻢْ ﻭَﺃﺑُﻮْﻫُﻢْ .


     “Semua Anak yang dilahirkan oleh Ibunya, Bernasab kepada Ayah Mereka. Kecuali Anak-anak Fatimah. Akulah Wali Mereka. Akulah Nasab Mereka. Dan Akulah Ayah Mereka”. (Hadits Riwayat Imam Ahmad, dalam Kitab Jami' Al Kabir Karya Imam As Suyuthi)


       Rosululloh SAW. berkata kepada : 

        Ali bin Abi Tholib, Fatimah, dan Al-Hasan serta Al-Husein :


ﺃَﻧَﺎﺣَﺮْﺏٌ ﻟِﻤَﻨْﺤَﺎﺭَﺑْﺘُﻢْ ﻭَﺳِﻠْﻢٌ ﻟِﻤَﻦْ ﺳَﺎﻟَﻤْﺘُﻢْ .


     “Aku memerangi siapapun yang memerangi Kalian. Dan Aku akan menyelamatkan Siapapun yang menyelamatkan Kalian”. (Hadits Riwayat Imam At Tirmidzi, Imam Ahmad, dan Imam Al Hakim)


Sahabat Nabi Zaid bin Arqom berkata: 


        Rosululloh SAW. mengucapkan Khutbah. Setelah memanjatkan Puji Syukur ke Hadirat Alloh SWT, dan memberi Nasihat-nasihat serta Peringatan, 

Beliau lalu bersabda :


ﺃَﻣَّﺎﺑَﻌْﺪُ , ﺃَﻳُّﻬَﺎﺍﻟﻨَّﺎﺱُ , ﺃِﻧَّﻤَﺎﺃَﻧَﺎﺑَﺸَﺮٌﻳُﻮْﺷَﻚُ ﺃَﻥْ ﻳﺄْﺗِﻲَ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺭَﺑِّﻲْ ﻓَﺄُﺟِﻴْﺒُﻪُ , ﺃَﻧَﺎﺗَﺎﺭِﻙٌ ﻓِﻜُﻢُ ﺍﻟْﺜَّﻘَﻠَﻴْﻦِ , ﺃَﻭَّﻟُﻬُﻤَﺎ : ﻛِﺘَﺎﺏُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻓِﻴْﻪِ ﺍﻟْﻬُﺪَﻯ ﻭَﺍﻟْﻨُّﻮْﺭُﻓَﺨُﺬُﻭْﺃﺑِﻜِﺘَﺎﺏِ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَﺍﺳْﺘَﻤْﺴِﻜُﻮْﺍﺑِﻪِ . ﻭَﺍَﻫْﻞُ ﺑَﻴْﺘِﻲْ ﺃُﺫَﻛِّﺮُﻛُﻢُ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻲْ ﺃَﻫْﻞِ ﺑَﻴْﺘِﻲْ , ﺃُﺫَﻛِّﺮُﻛُﻢُ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻲْ ﺍَﻫْﻞِ ﺑَﻴْﺘِﻲْ , ﻗَﺎﻟَﻬَﺎﺛَﻼَﺛًﺎ .


“   Sesungguhnya Aku adalah Manusia. Hampir tiba Ajal mendatangiku, dan Aku pun akan menerimanya. Aku tinggalkan pada Kalian 2 (dua) Bekal. 


     Yang Pertama ialah : 📖“Kitabullah“. Di dalamnya terdapat Petunjuk dan Cahaya Terang. Ambillah Kitabullah itu, dan berpegang teguh padanya.


     Dan Kedua : Ahlul-Bait ku”.  Aku ingatkan Kalian kepada Alloh mengenai Ahlul-Bait ku (Beliau mengulanginya 3x).   (📚Hadits Riwayat Imam Muslim) 



Dalam redaksi yang lain : 


إني تارك فيكم الثقلين احدهما اكبر من الاخر, كتاب الله حبل ممدود من السماء الى الارض, وعترتي اهل بيتي, وانهما لن يفترقا حتى يرد علي الحوض


       “Aku tinggalkan kepada kalian dua pusaka; (ats-Tsaqalain),yang satu lebih besar dari yang lain, yaitu: Kitabullah tali yang menyambung dari langit ke bumi, dan Itrahku keluargaku. Ahl Baithku.

        Keduanya tidak akan terpisah sampai keduanya datang kepadaku di al-Haudh, telaga surga. ( Musnad Ahmad; Majma az-Zawaid, al-Khashaish/an-Nasa`i; al-Mujam ash-Shaghir/Thabarani dan lainnya


Rasûlullâh ﷺ bersabda ;


«اسْمَعُوا، هَلْ سَمِعْتُمْ أَنَّهُ سَيَكُونُ بَعْدِي أُمَرَاءُ؟ فَمَنْ دَخَلَ عَلَيْهِمْ فَصَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَلَيْسَ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ وَلَيْسَ بِوَارِدٍ عَلَيَّ الحَوْضَ،َ»


      “Dengarkanlah, apakah kalian telah mendengar bahwa sepeninggal Ku akan ada para pemimpin. Siapa yang masuk kepada mereka, lalu membenarkan kedustaan mereka dan menyokong kezaliman mereka, maka dia bukan golongan Ku, Aku juga bukan golongannya. Dia juga tak akan menemui Ku di telaga”. (THR. Tirmidzi, Nasai dan Al Hakim)


Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:


      "Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang zalim berteman dengan sesamanya, sesuai dengan apa yang mereka kerjakan." (Quran, 6 : 129)


Dari Ubadah bin Shamit berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:


سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ أُمَرَاءُ يَأْمُرُونَكُمْ بِمَا لاَ تَعْرِفُونَ وَيَفْعَلُونَ مَا تُنْكِرُونَ فَلَيْسَ لاِؤلَئِكَ عَلَيْكُمْ طَاعَةٌ


        “Kalian akan dipimpin oleh para pemimpin yang memerintah kalian dengan hukum yang tidak kalian ketahui (imani). Sebaliknya, mereka melakukan apa yang kalian ingkari. Sehingga terhadap mereka ini tidak ada kewajiban bagi kalian untuk menaati nya.” (HR. Ibnu Abi Syaibah)


Dari Abu Hisyam as-Silmi berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, 


سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ أَئِمَّةٌ يَمْلِكُوْنَ رِقَابَكُمْ وَيُحَدِّثُوْنَكُمْ فَيَكْذِبُونَ، وَيَعْمَلُوْنَ فَيُسِيؤُونَ، لا يَرْضَوْنَ مِنْكُمْ حَتَّى تُحَسِّنُوا قَبِيْحَهُمْ وَتُصَدِّقُوْا كَذِبَهُمْ، اعْطُوْهُمُ الحَقَّ مَا رَضُوا بِهِ


           “Kalian akan dipimpin oleh para pemimpin yang mengancam kehidupan kalian. Mereka berbicara (benjanji) kepada kalian, kemudian mereka mengingkari (janjinya). Mereka melakukan pekerjaan, lalu pekerjaan mereka itu sangat buruk.


           Mereka tidak senang dengan kalian hingga kalian menilai baik (memuji) keburukan mereka, dan kalian membenarkan kebohongan mereka, serta kalian memberi pada mereka hak yang mereka senangi.” (HR. Thabrani



Film Sejarah lengkap Imam Ali
Sejak lahir hingga Wafat



2. ##, Ali dan Ahl Baith Rasullullah


Sebagian berpendapat dan membagi 3 kategori atau sebutan bagi mereka yang lahir dari rahim Sayyidah Zahra  ini hingga anak keturunannya sampai akhir masa, 

 

1. #, Pertama : Disebut Ahl Baith

2. #, Kedua   : Disebut Itrati

3. #, Ketiga   : Disebut Zuriah

 

 

- Pertama : Sebutan Ahl Baith


       Mereka hanya terbatas lima orang yaitu : Rasullullah, Imam Ali, Sayyidah Zahra, Al Hasan  dan Al Husein.  Mereka adalah orang yang disucikan oleh ayat tathir surah Al Ahzab ayat 33.  Mereka disebut Ahl  Kisa, yang diselimuti Nabi dan di doakan: "Ya Allah, mereka inilah Ahl Baith ku, dan sucikanlah mereka sesuci - sucinya  " Kata sang Nabi Mulia


       Perhatikan  : 

           Ali adalah salah satu dari 5 orang yang diselimuti Rasullullah ketika turunnya  Surah Al Ahzab ayat 33 ini.  Ali disucikan bersama istri dan 2 anak lelaki nya, yaitu Al Hasan dan Al Husein. 

Suci disini mengandung makna zahir dan batin mereka. 

      Hati,  jiwa,  perasaan,  perilaku, akhlak, sikap, sifat, perbuatan, kehendak, semua dibersihkan oleh Allah. Mereka adalah pewaris jalan Nabi. Pewaris Risalah Muhammad. Pewaris ajaran Qurani dan surgawi.  


           Belakangan manusia suci ini mengalami berbagai peristiwa yang memilukan hati setelah wafat nya sang Nabi. Hak ekslusive mereka kemudian diperdebatkan, kesucian mereka dipertanyakan, kedudukan mereka ditengah umat Muhammad dipersoalkan, ayat tathir surah Al Ahzab 33 diperluas jangkauan, oleh mereka yang mengaku sebagai ulama bahkan sahabat zaman itu ?


        "Tidaklah pantas bagi kalian mempertanyakan dan memperdebatkan apa yang Allah dan  Rasul Nya telah tentukan bagi kalian !"  

Jika kalian mengaku beriman.

 


==, Perlakuan Ummat kepada Sayyidah Zahra 


"Sesungguhnya Fatimah itu bagian dariku. 

       Siapa yang membuat nya marah berarti membuat aku marah. Aku merasa terganggu bila dia diganggu dan aku merasa sakit hati bila dia disakiti." (H.R. Ahmad, Turmidzi, Al-Hakim dan Al-Thabrani, dengan sanad-sanad yang shahih)

        Sejarah mencatat bagaimana Sayyidah Zahra Fathimah binti Muhammad yang terjepit dibelakang pintu, karena mempertahankan diri, membela harkat, martabat, kemuliaan dan kehormatan beliau, dari upaya  segerombolan manusia gelap mata yang ingin memaksakan kehendak mereka, bermaksud menerobos masuk kedalam rumah nya di masjid Nabawi Madinah. 


       Fathimah menahan mereka dibalik pintu, - karena suami nya sedang tidak berada di rumah -. Dan seorang istri tidak dibenarkan syar"ie menerima tamu lelaki, dibelakang suami. Kecuali kaum kerabat dekat, seperti ayahnya dan saudara lelakinya. 


       Ali suami Fathimah kemudian terbunuh di tebas pedang Abdurrahman Ibn Muljam, dan Al Hasan putra sulung Fathimah, syahid oleh racun di rongga dada menghancur lumatkan isi perut nya, hingga keluar dari mulut dengan memuntahkan darah bercampur serpihan daging dari bagian isi perutnya,


        Yang terakhir  Al Husein putra Fathimah cucu Muhammad Rasullullah  tewas secara mengerikan, dengan kepala terpisah dari jasad nya di Nainawa, Karbala, bersama 30 anggota kerabatnya, dan sekitar 70 an sahabat nya, 


       Mayat tanpa kepala Husein yang telah diinjak - injak kaki kuda, dibiarkan tergeletak begitu saja, tak di sholatkan, dan tak dimakamkan ! 

Mereka ( mengaku Muslim )  tapi memperlakukan Putra Zahra ini,  lebih hina dari binatang melata. 


         Para manusia surga ini rupanya tak mampu di fahami umat Nabi, betapa besar kemuliaan mereka dihadapan Allah. Dan betapa besar manfaat nya ditengah kita  bangsa manusia. Tak  satupun dari kita akan sanggup menjangkau maqam mereka


        Menariknya semua kejadian ini pelakunya bukan Yahudi atau Nasrani, atau Majusi, tapi umat Islam sendiri, !!. Mereka yang mengaku beriman kepada Allah, kemudian mencincang cucu Rasul nya? 

Ya..!, Benar sekali, 

Pelakunya semua mengaku sebagai pengikut  Muhammad sang Nabi, ...


      Mereka barangkali lupa, Bahwa Nabi ini, adalah:  

        Ayah Fathimah, sepupu Ali, dan kakek Al Hasan serta Al Husein? 

        Bukankah mereka "Ahl Baith Rasullullah" yang telah diselimuti Kisa ? 

        Yang kepada mereka,  Allah telah mensucikan dari dosa? 


Astagfirullah ! 

       Jangan - jangan umat itu, di mata Allah, hanya berupa kera yang berwujud manusia, sebagaimana laknat Allah terhadap bani Israel yang telah mengutuk mereka  karena melanggar "hurumat" larangan Allah? 

          Bedanya mereka berubah bentuk phisik nya, dan yang ini "tidak !??"


 




- Kedua : Sebutan Itrah atau Itrati


       Mereka terbatas hanya sampai Al Mahdi Al Muntazar putra dari Hasan Al Askari, 12 orang  ini diakui sebagai Imam oleh pengikut mereka dan dianggap ma^sum, terjaga dari dosa- dosa besar karena kesucian darah mereka. 


Ali Zainal Abidin As - sajjad , Muhammad Al-  Baqir, Jafar As - Shadiq, dan 6 orang lagi keturunan ini, termasuk dalam kelompok : "Itrati min Ahl Baiti ini." 


         Pengikut mereka dikenal sebagai : "Pengikut Ahl Baith Nabi." Yang menurut mereka, mengambil sumber ajarannya dari Imam Ali bin Abi Thalib, bermazhab fiqih dari Imam Jafar As - Shodiq, dikenal dengan "Fiqih Jafari." Sebagian ulama menyebut mereka dengan " Syi"ah Ali" Pengikut Ali. Pendukung Ali. 


Ja'far Ash Shadiq adalah Guru dari Imam Hanafi.

✔Kemudian Imam Hanafi bermuridkan Imam Maliki.

✔Lalu Imam Maliki bermuridkan Imam Syafi’i.

✔Dan Imam Syafi’i bermuridkan 

   Imam Ahmad bin Hanbal.



##,-  Ulama Ahlusunnah Abul Hasan Al-Asy’ari, berkata  :


     “Sesungguhnya mereka dikatakan syi’ah, karena mereka mengikuti (syaaya’u) Ali, dan mereka mengutamakan beliau dari seluruh sahabat Rasulullah”. (“Maqaalaat Islamiyyin”, jilid 1, hal. 65, terbitan Mesir. Yang dikutip dalam kitab “Asy-Syi’ah Fi Maukibi At-Tarikh”, dikeluarkan oleh “Mu’awaniyyah Syu’un At-Ta’lim Wa Al-Bahuts”.)


##,- Ulama Ahlussunah lainya , bernama Syahrastani, berkata :


      “Syi’ah adalah mereka yang mengikuti (syaaya’u) Ali secara khusus. Dan mereka berkeyakinan bahwa Imamah dan Khilafah beliau ditetapkan dengan nash dan wasiat, baik secara jelas maupun tersamar. Mereka juga berkeyakinan bahwa Imamah berlanjut pada putera-putera beliau”.  (Syahrastani,dlm “Milal Wan Nihal”, hal. 118)


##, - Imam Syafi'i dalam Syairnya menyatakan :


ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﺭﻓﻀﺎ ﺣﺐ ﺁﻝ ﻣﺤﻤﺪ # ﻓﻠﻴﺸﻬﺪ ﺍﻟﺜﻘﻼﻥ ﺃﻧﻲ ﺭﺍﻓﻀﻲ


     Jika Aku dituduh sebagai Syi'ah Rafidhah, karena Mencintai Keluarga Nabi Muhammad. Maka Al-Qur`an dan Sunnah menjadi Saksi, Aku ini adalah Syi'ah Rafidhoh.  (📚Kitab Diwan Imam Syafi'i)



- Ketiga : Sebutan Zuriah


Semua keturunan Sayyidah Zahra hingga hari ini disebut Zuriah.


       Mereka ini tidak Ma^sum, alias bisa saja melakukan suatu perbuatan dosa yang meski demikian, pada akhir hayatnya, biasanya mereka akan kembali ke tarikan darah nya, bertobat, berbuat baik, dan wafat dalam keadaan khusnul khatimah, karena kemuliaan darah Sayyidah Zahra dan Imam Ali, yang mengalir dalam nadi nya.

 


Naskah al-Quran dalam tulisan tangan 
Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib 
disimpan di perpustakaan Masjid Kabir Sana"a, YAMAN.

       “Mus’haf ini memiliki nilai sejarah di seluruh dunia Islam karena merupakan al-Quran tertua di dunia Islam dan Yaman, di mana dari awal hingga akhir ditulis dengan satu gaya penulisan,” kata Hammoud al-Ahnumi,  seorang peneliti Islam dan anggota Asosiasi Ulama Yaman.

Sebelumnya, naskah asli mushaf ini disimpan di masjid Syahidain.

     Masjid Syahidain terkait dengan nama Qasim dan Abdurrahman, dua anak Ubaidullah bin Abbas, wakil Imam Ali di Yaman (sewaktu beliau menjabat sebagai Khalifah umat Islam), kedua nya gugur syahid  di tangan pengikut Muawiyah bin Abi Sufyan.


 

##, Siapakah Ali?

 

         Ali bin Abi Thalib adalah tokoh kaum Mustadafin, kaum yang tertindas, kaum proletar,  kaum yang terpinggirkan, tersisihkan, terabaikan, dilupakan,: Digilas oleh harta, jabatan, kedudukan, kemuliaan, prestise, gegap gempita, sorak sorai, dan euphoria Madinah, pasca wafat nya Nabi mulia.


     Suara Ali dan Istrinya, Sayyidah Zahra,: hilang dalam hingar bingar dan riuh rendah kebisingan tanpa Toa di sekitar Saqifah Bani Saidah, karena mereka tengah sibuk memandikan, mengkafani, mensholatkan dan mengebumikan sang Nabi suci. 

 

       Ali dijauhi, dihindari, dikucilkan, dimusuhi, difitnah dengan kejam, bahkan dicaci maki. Sampai  hari ini, nama nya takut untuk disebut dan dimuliakan,  bahkan oleh anak cucu keturunan nya sendiri, dimana darah di nadi mereka, yang katanya, adalah dari darah Ali yang mulia, bercampur darah Sayyidah Zahra.

 

"Ali adalah HHarun disisi Musa" kata Muhammad Rasullullah,

 "Hanya saja tidak ada Nabi setelah Aku",

 

Ali adalah muslim pertama di usia 10 tahun, wajahnya tak pernah menyembah berhala, karena itu beliau diberi julukan *Karamallah Wajhah* dan itulah bedanya dengan mereka yang  lainnya,

 

Ali adalah penggalan darah daging dan tubuh suci Nabi, karena hanya Ali yang berani tidur di pembaringan Rasul dan siap mati dicincang pedang dan tombak, sebelum peristiwa  hijrah,

 

Ali adalah pahlawan sejati di medan laga, Badar, Uhud, Khandaq, Hunain, dll

 

Ali adalah penjebol benteng yahudi Khaibar, adakah selain Ali ?

 

Ali adalah penebas kepala Amr ibn Abdul Wud, jawara Kuffar di Khandaq.

 

       Alhasil : Ada ribuan nyawa tokoh, pembesar, jawara, kepala suku, kaum kafir Quraisy yang tewas ditangan Ali, itulah kenapa mereka menyingkirkan keluarga ini dari Madinah, dan mengucilkan nya dari tengah keramaian euphoria massa. 


       Akhirnya Ali memilih Kufah sebagai tempat pemerintahannya, ketika Ia di daulat sebagai khalifah, karena cukup jauh dari Mekkah dan Madinah, 2 kota suci yang sangat dimuliakan Ali, agar jangan sampai terjadi pertumpahan darah ditempat ini.


     Pertimbangan lainnya, karena banyak diantara mereka sebagai pendukung setia, - meski cepat berubah - ubah -  dan sulit di prediksi, tapi mereka bukan dari kalangan Quraisy dan Umayah, 2 suku yang sangat besar dan memiliki hampir semua kekuatan di jazirah Arabia saat itu. 

 




Ali sang Haidar Allah
dalam catatan sejarah



 3.##,  Ali dalam bait puisi


YA  MAULA  ALI"

 

Kaum Sunni memanggilmu "Sayyidina Ali"

Kaum Salafi memanggilmu "Khalifah Ali"

Kaum Sufi memanggilmu "Baginda Ali"

 

Di tempat termulia  di dalam Ka'bah ...

13 Rajab , Engkau membuka mata

21 Ramadhan di mihrab Kufah

Engkau menutup mata,

 

Apapun Panggilan dan Gelarmu

Engkau tetap mulia sejak awal sampai akhir nya

Sulit melukiskan siapa Engkau " Ya Ali Al Murthada" ,

Yang aku tau kedudukan Mu di sisi Rasulullah

"Seperti kedudukan Harun di sisi Musa ... "

 

 

 "Ya Ali"…

Para pecinta dan pengikutmu sungguh takjub dan fana  

Mereka rela dihina , dikucilkan, difitnah

 Hanya karena mempertahankan satu kata

 "Kami Pengikut  Ali"

 

 

"Ya Ali"…

Para pembencimu menebar fitnah

Mereka berdusta,  

Demi Allah,  

Kami tidak Menuhankan Mu

Seperti kata mereka,

 

 

"Ya Ali"

 Mengapa keturunan mu  ketakutan dituduh Syiah

Dan bungkam  diam seribu bahasa

Padahal mereka tahu, itu fitnah bani Umayah

 

Siapakah Sebenarnya Engkau Ya Ali ?

 Akal  tak akan sanggup mencerna  ...

 

 

Aku teringat ucapan Rasulullah Saww"

"Tak akan mencintaimu Ya Ali,  kecuali mukmin

dan tak akan membenci mu Ya Ali , kecuali munafik"



Ilustrasi peristiwa terbunuhnya Ali
para malaikat ikut bersedih
Gambar Imajiner


4. ##, Ali , zaman bani Umayah dan fitnah terhadap nya

 

     Ali adalah nenek moyang kita ! Darahnya mengalir di nadi mereka yang mengaku sebagai kaum Sayyid Syarif Syarifah dan Habib saat ini,

 

Tapi mengapa anak cucunya seperti ngeri untuk memuliakan nama nya?!

 

Apakah karena mereka takut dituduh " Syi"ah! "  Entahlah !?

 

       Dalam catatan sejarah, memang pernah nama Ali, dilaknat dan dituduh kafir oleh rezim bani Umayah, disetiap mimbar dan pasar, selama lebih dari 60 tahun  kekuasaan mereka, rupanya fitnah berkepanjangan bani Umayah, ternyata bertahan sampai hari ini, hampir 1000 tahun kemudian. 

Luar biasa.


Inilah salah satu kisahnya : 


        Diceritakan bahwa seorang pria Kristen ingin menikahi seorang wanita Muslim, tetapi keluarganya menolaknya - maka dia pergi ke raja Bani Umayyah Umar bin Abdul Aziz dan bertanya kepadanya tentang alasannya ?


Sang Raja mengatakan kepadanya jawaban yang sama bahwa tidak diperbolehkan bagi seorang wanita Muslimah menikah dengan seorang pria kristen.

Orang Kristen itu menjawab :

           "Bagaimana bisa tuan mengharamkannya sementara Nabi anda Muhammd  menikahkan putri nya dengan seorang laki-laki kafir ?"

Maka Raja umar bin Abdul Aziz berkata kepadanya, 

"Siapakah orang kafir itu ?"

Pria Kristen ini menjawab :  

"  Ali bin Abi Thalib !". 

" Bukankah selama lebih dari enam puluh tahun anda telah mencaci maki, melaknat dan menyatakan Ali kafir dalam khutbah di mimbar-mimbar dan di pasar-pasar !! Dan Nabi Muhammad  menikahkan nya dengan Putri nya (Sayyidah) Fatimah ?!"


Raja Bani Umayyah Umar bin Abdul Aziz tercengang dengan kebenaran pria Kristen itu -- dia menundukkan kepalanya dan merasa malu dan bingung - yang mendorongnya menyelenggarakan pertemuan mendesak di mahkamah Bani Umayyah -  dengan hasil keputusan 


-- Ia kemudian: "Mengeluarkan perintahnya kepada para khatib dan masyarakat umum untuk segera berhenti menghina, menghujat dan melaknat Imam Ali bin Abi Thalib"--




Peristiwa Karbala 


5.##, Ali dan ketiadaan harta, 


 يُوصِيكُمُ اللَّهُ فِي أَوْلَادِكُمْ ۖ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْأُنْثَيَيْنِ 

      Allâh telah berwasiat kepada kalian tentang anak-anak kalian, laki-laki mendapatkan dua bagian wanita [an-Nisâ’/4:11]



إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا مُهِينًا 

     Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allâh dan Rasul-Nya, Allâh melaknat mereka di dunia dan di akhirat, dan menyediakan bagi mereka adzab yang menghinakan [al-Ahzâb/33:57]


"Sesungguhnya Fatimah itu bagian dariku. 

       Siapa yang membuat nya marah berarti membuat aku marah. Aku merasa terganggu bila dia diganggu dan aku merasa sakit hati bila dia disakiti." (H.R. Ahmad, Turmidzi, Al-Hakim dan Al-Thabrani, dengan sanad-sanad yang shahih)


        Setelah tanah warisan yang ditinggalkan mertuanya untuk istrinya di rampas negara, Ali menjadi kelompok pinggiran, yang miskin dan tak begitu diperhatikan, karena terlempar keluar dari lingkaran kekuasaan. Ali memang bukan apa - apa dibandingkan para pembesar Quraisy dan Umayah, serta suku -suku lain nya yang saat itu berkumpul di Madinah. 


          Para sahabat dan orang dekat Ali, semisal : Miqdad, Abu Dzar Al Ghifari, Malik Al asytar, Salman Al farisi, dll. yang meski cukup dihormati dikalangan Muhajirin dan Ansyar Madinah, tapi tak cukup kuat berhadapan dengan Zubair Ibn Awwam, Thalhah Ibn Ubaidillah, dan tentu saja Umar bin Khattab dan Usman Ibn Affan,  serta  Abdurrahman bin Auf, tokoh Quraisy Mekah dari golongan Muhajirin.  


Sebagai perbandingan, lihatlah apa yang dicatat oleh sejarah ini : 


         Berikut ini daftar harta dan kekayaan para sahabat yang sempat dicatat oleh para perawi ternama  dari berbagai sumber : 



1. Sahabat Abdurrahman ibn ‘Awf 


            Kekayaannya mencapai Rp. 6.212.688.000.000,( 6 Triliun,dst )Saat beliau wafat meninggalkan 1.000 ekor unta, 100 ekor kuda, dan 3.000 ekor kambing. -- Ibn Katsir  (al Bidayah wa an Nihayah, Juz 7, hal, 184,--



2. Sahabat  Az Zubayr ibn Al ‘Awwam


          Kekayaan berupa aset tidak bergerak (tanah),di antaranya yang berada di Ghabah (wilayah di barat laut Madinah, sekitar 6 km dari Madinah),11 (sebelas) ruma besar di Madinah,2 (dua) rumah di Bashrah, mesir, kuffah, alexandria1000 kuda,1000 budak Nilai kekayaan saat wafatnya jika ditotal mencapai Rp.3.543.724. 800.000,- ( 3 Triliun, dst)  --, Sumber al-Bukhariy al Jami’ al Shahih, al Bukhariy, Juz 3, hal. 1137,-- 

          Salah satu putra putra sahabat besar ini, bernama Abdullah bin Zubair,  kelak mendirikan kekhalifahan berpusat di Mekkah, menandingi kekuasaan bani Umayyah di Damaskus, sezaman kekuasaan Yazid bin Muawiyah. 



3. Sahabat Utsman ibn ‘Affan


            Nilai kekayaan mencapai  Rp.2.532.942.750.000,-. ( 2 Triliun,dst ) 

       Nilainya ini bisa jadi lebih kecil dari nilai kekayaan yang sesungguhnya mengingat jumlah tersebut belumآ mencakup aset-aset berikut lainnya termasuk pembelian sumur di rumah sekitar 5 km dari Masjid Nabawi yang senilai 35.000 Dirham 950 unta Juga kuda yang jumlahnya amat sangat banyak -- (al Mu’jam al Kabir, ath Thabaraniy, Juz 2, hal. 41 atau 1227), (Tarikh Ibn Khaldun, Jil. 1)--



4. Kekayaan Shahabat Umar bin Khattab


       Mewariskan 70.000 properti (ladang pertanian) seharga @ 160 juta total  keseluruhan  jika dijumlahkan mencapai Rp 11,2 Triliun

• Cash flow per bulan dari properti = 70.000 x 40 jt = 2,8 Triliun/ tahun atau 233 Miliar/bulan. • Simpanan = hutang dalam bentuk cash  -- (Data itu dari Kitab al-Fiqh al-Iqtishadi Li Umar Ibn al-Khaththab, halaman 44 dan halaman 99) -- 



5. Shahabat Thalhah ibn ‘Ubaydillah


           Nilai kekayaan nya Rp.542.100.500.000,-. Total  lebih dari 1 Trilliun 

            Perputaran uang yang dimilikinya seribu dinar setiap hari dari usaha di Iraq, dan lebih lagi dari as-Sirrah (Yaman). Beliau juga membangun rumah di Kufah, merenovasi rumah di Madinah dengan plester, batu bata dan kayu berlapis (sesuatu yang sangat mewah saat itu) mengutip bahwa jumlah seluruh kekayaan Thalhah (tunai dan non-tunai) saat wafat adalah 30.000.000 Dirham atau setara Rp.1.845.690.000.000.--  ( 1 Trilyun dst )  sumber : (ath Thabaqat al Kubra, Ibn Sa’d, Juz 3, hal. 222) -- 


6. Kekayaan Shahabat Amr bin Al-Ash  -- • 300 ribu dinar


        Beliu adalah juru runding mewakili Muawiyah dalam Tahkim Shiffin. Sementara pihak Ali diwakili Abu Hasan Al As"ari yang saat itu sudah cukup tua dibanding  Amr Ibn Al - Ash ini. Amr ibn Al Ash juga merupakan sahabat dan orang dekat Muawiyah bin Abu Sofyan pendiri dinasti Umayyah Syam Damaskus Syiria.



7. Shahabat Sa’d ibn Abi Waqqash


           Seperti dilansir dari situs MUI, kekayaan Sa’d ibn Abi Waqqash saat wafat Rp.15.380.750.000, - ( 15 Trilyun, dst ) Ia membangun Rumah bertingkat serta luas halaman nya dengan bangunan mahal  yg terbuat dari bahan batu akik, Sebagian sejarah mencatat Saad bin Abu Waqqash meninggal di Canton selatan China sebagai saudagar kaya.Sebagian mengatakan di baqi madina  -- Ibn Katsir (al Bidayah wa an Nihayah, Juz 8, hal. 84,-- 



Gambar Imajiner
Kepala Al Husein putra Fathimah 
yang dipinjam oleh seorang pendeta Nasrani untuk dibersihkan
dari tangan pasukan Yazid  bin Muawiyah bin Abu Sofyan
penguasa bani Umayah 



6.##, Ali dan ke - syahidan - nya


##, Imam Ali bin Abi Thalib, Syahid setelah di tebas pedang.

 

      Pembunuh beliau ini dari kelompok Khawarij, 

   yang dulunya merupakan pendukung Ali, dan berbalik memusuhi dan menganggap, Ali bersama Muawiyah, dan semua pengikut mereka  sebagai kafir, karena berhukum tidak menggunakan hukum Allah, kata mereka. Kelompok ini kemudian mengangkat senjata, mengganggu kaum Muslimin, berbuat onar dan kezaliman serta memerangi Khalifah Ali saat itu, menjadi pemicu pecahnya *perang Nahrawan*, antara Khalifah Ali Vs Khawarij ini. 

 

Pasca perang Nahrawan, 


      Kelompok pembunuh ini membagi tugas menjadi tiga team,: 

    satu team bertugas membunuh Ali, satu team membunuh Muawiyah, dan satu team lagi membunuh Amr Ibn Al -Ash. Hanya team pembunuh Ali yang berhasil, Muawiyah hanya luka di bagian pahanya, dan Amr Ibn Al - Ash, gagal.


        Pecah kongsi ini dipicu hasil tahkim Shiffin, yang memutuskan, mencabut  hak Ke-  khalifahan Ali, serta mengukuhkan Ke Khalifahan Muawiyah Ibn Abu Sofyan bin Harb di Damaskus, setelah perang shiffin reda dan Tahkim digelar 


        Sejak hari itu, 

       bani Umayah menjadi penguasa umat Islam selama 80 tahun, meski Al Hasan putra Ali sempat di bai"at sebagai pengganti Ali, tapi hanya berlangsung singkat dan sesaat. 

Bani Umayah berkuasa hingga di tumbangkan oleh revolusi bani Abbasiyah : Al Shaffah : yang menggulingkan bani Umayah serta mendirikan dinasty Abbasiyah.  

 


Pada Jumat Subuh 19 Ramadhan tahun 40 Hijriyah.


       Khalifah Ali ditebas pedang yang telah dilumuri racun ketika sholat subuh, dalam posisi sujud, di mihrab mesjid Kufah.  Imam Ali di tebas pedang Abdurrahman Ibn Muljam, dari arah belakang punggungnya oleh seorang anggota sekte Khawarij yang menikahi Qatham wanita yang bermukim di Kufah. 


       Begitu kuatnya ayunan pedang itu hingga menyebabkan tengkorak kepala Imam Ali merekah. Luka ini meneteskan darah hingga membasahi jenggot putihnya menjadi merah. Luka itu mencapai otaknya menjadikan racun menyebar begitu cepat keseluruh bagian tubuh dan mengejar jantungnya hingga berhenti berdetak. 


         Luka pedang beracun ini menyebabkab beliau shahadah 3 hari kemudian, atau tepatnya pada 21 Ramadhan. Ali wafat pada Senin, 21 Ramadhan 40 Hijriyah dalam usia 63 tahun. Putra Ka"bah Fathimah binti Asad ini menutup mata untuk selamanya. 


"Innalillah wa ina ilaihi rajiuuun ,...."

 


"Salam untuk Mu Ya Amirul Mukminin,

Jadduna Alawiyin,

Leluhur para Habib Sayyid  Syarif dan Syarifah  ,

Yang namanya ter - asingkan dari gegap gempita sejarah

 

"Hingga  saat ini banyak anak cucu keturunan beliau sendiri

Yang hanya berani berbisik menyebut nama nya

Karena takut dituduh " Syiah!"   

Astagfirullah,.....



Kajian mengenai Imam Ali dari berbagai kitab



 ##,  Ali,  dan warisan pemikiran nya


GUNAKANLAH AKAL DALAM  MEMAHAMI AGAMA

================


بسم الله الرحمن الرحيم 

السلام عليك يا رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم 

السلام عليك يا أميرا المؤمنين علي بن أبي طالب 

السلام عليك يا مهدي المنتظر صاحب العصر والزمان 

الَّلهُمَّ صلِّ عَلی مُحَمَّدٍ و آلِ مُحَمَّد و عجِّل فَرَجَهُم و أهلِک عَدُوَّهُم منَ الجنِّ و الإنس منَ الاوّلینَ و الآخِرین».» »


Berkata Imam Ali :


 “Janganlah kalian menjadi muslim dikarenakan ayah dan ibu kalian". 

   Jadilah muslim karena keyakinan kalian akan kebenarannya.

   Berusahalah untuk menerima semuanya dengan akal kalian.


Imam Ali As dalam ucapannya di atas ingin menjelaskan kepada kita bahwa 


Pertama : 

Janganlah kita beragama seperti kita menerima warisan, akan tetapi hendaknya ber- agama- lah atas dasar kesadaran sendiri sesuai akal dan kemampuan kita 


Kedua : 

Ber -agama Islam adalah pilihan kita, karena kita yakin akan kebenaran agama ini menurut kesadaran dan kemampuan akal fikiran kita, itulah kenapa banyak  teguran  dalam Quran : Apala taq qilun? Apala tafaqarun? 


Ketiga : 

         Agama di peruntukan bagi mahluk yang ber - akal, kita mampu menerima ajaran-  ajaran  agama Islam yang berkaitan dengan keyakinan, ke- Tuhan- an, akherat, para  Nabi, malaikat dan alam ghaib, dengan akal sehat kita, 

Bukan karena "kata  orang tua - tua dahulu, atau, kata pemimpin kami yang dulu".

 Karena dosa tiap orang ditanggung  oleh mereka sendiri, sebagaimana dosa kita, tak dapat dipikul oleh siapapun itu, selain kita sendiri. 

        Tanggung jawab ber - agama kembali kepada individu manusia masing- masing, kerena mereka di anugerahi "kehendak bebas" bersama kelahirannya.

Semua manusia lahir dalam keadaan suci,: 

        Orang tua,: ( harus dibaca secara utuh ): lingkungan, masyarakat, pendidikan, pemahaman, latar belakang, habitat, nilai -nilai adat, suku bangsa, budaya serta pelajaran yang diperolehnya dari pengalaman "berkesadaran" diri nya, yang akan menentukan, apakah Ia akan menjadi Yahudi atau Nasrani, menjadi penyembah "Tuhan" atau penyembah "Setan"

      Dinukil: Dunia dan Manusia, karya Allamah Sayyid Thabathabai Al Husaini



##, Kontradiksi antara akal dan pemahaman


            Kontradiksi dalam akal dan pemahaman harus ditemukan jawaban nya, terutama  hal - hal yang menyangkut keimanan dan tauhid. Tidak dianggap ber agama orang yang tidak menggunakan akal nya, alias "Taklid Buta". 

Agama bukan warisan orang tua turun - temurun sebagaimana harta. 

            Agama dan keyakinan, harus kita tela"ah dan simpulkan sendiri, dengan pemahaman dan akal masing-masing. Karena orang yang tidak memilki akal, kehilangan akal ( orang tidak waras / gila )  tidak ada agama bagi mereka. 


Dalam kasus ini, Al Quran memberikan panduan yang cukup jelas, apa dan bagaimana seharusnya jika kita ingin menjadi penyembah dan hamba Tuhan yang benar " Allah Rabbal Alamin"

 

1. (QS.Al-Isra’:15)

            “Barangsiapa berbuat sesuai dengan petunjuk ( Allah dan Rasul Nya ), maka sesungguhnya itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barang siapa tersesat maka sesungguhnya (kerugian) itu bagi dirinya sendiri. 

Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, tetapi Kami tidak akan menyiksa sebelum Kami mengutus seorang rasul.” (QS.Al-Isra’:15)


2. (QS.Al-Muddatstsir:38)

كُلُّ نَفۡسِۭ بِمَا كَسَبَتۡ رَهِينَة

“Setiap orang bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukan nya.” 


3. (QS. AlHajj, 22; 67

           --" Bagi setiap umat telah kami tetapkan syariat tertentu yang ( harus ) mereka amalkan, maka tidak sepantasnya mereka berbantahan dengan engkau (Muhammad) dalam urusan  (syariat)  ini dan serulah mereka kepada Tuhan Mu. Sungguh,  Engkau Muhammad berada di jalan yang lurus,--


4. ( QS. An Nahl, 16 : 92 ) 

 --"Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai - berai kembali.  Kamu menjadikan sumpah  (  perjanjian mu ) sebagai alat penipu diantara mu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlah nya dari golongan yang lain. 

      Allah hanya menguji kamu dengan hal itu.  Dan pasti, pada hari kiamat akan dijelaskan Nya kepada mu apa yang  dahulu kamu perselisihkan itu"


5. ( QS. al-Baqarah 2: 124 )

            "Sesungguhnya Aku akan menjadikan kamu imam bagi seluruh manusia. Dan Ibrahim berkata: (Dan saya mohon kedudukan  imam itu) dari keturunanku. Dia berfirman: Janjiku (ini) tidak termasuk orang yang zalim".

Ini mungkin alasan kenapa Nabi Isa menjadi Nabi terakhir keturunan Ishaq. Kemudian dipindahkan ke keturunan Nabi Ismail bin Ibrahim? 

Karena bani Israil, berkali - kali melakukan pembangkangan. 

6. ( QS. al-Anbiya' 21: 73) 

              "Kami telah menjadikan mereka para imam yang memberi petunjuk dengan perintah Kami, dan telah Kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebaikan, mendirikan solat, menunaikan zakat dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah". 


7. ( QS. al-Ahzab 33: 67 )

          "Dan mereka berkata: Ya, Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesat kan kami dari jalan yang benar" 


8. (  QS. An Nahl, 16 : 63 )

                --, Demi Allah, : Sungguh kami telah mengutus  ( Rasul - Rasul ) kepada umat - umat sebelum Engkau  ( Muhammad ) tetapi setan menjadikan terasa indah perbuatan mereka ( yang buruk itu ) sehingga dia ( setan ) menjadi pemimpin mereka pada hari ini , Dan mereka akan mendapat azab yang sangat pedih,--



# STTS ; Surabaya, 23 Ramadhan 1443 H /  25  April  2022

   Wallah hu aklam bis showab 




Baca lainnya disini >>> Mengenal Sayyidah Zahra---



------------------

Referensi : 

1. 5 sahabat terkaya 

2. Wafatnya Imam Ali

3. Buya Hamka : Sejarah Ahl Baith Nabi

4. Wafatnya Sayyidah Zahra Part.I

5. Wafatnya Sayyidah Zahra Part.II

6. Ahl Baith dimata Buya Hamka


4. Silahkan Merujuk kepada  kitab - kitab  :  

 Syawahidut Tanzil, oleh Al-Hakim Al-Haskani Al-Hanafi, jilid 1, hal.143 hadits ke 195, 196,197,198; 

Manaqib Al-Imam Ali bin Abi Thalib, oleh Al-Maghazili Asy-Safi’I, hal.467 hadits ke 314 ; 

Yanabi’ul Mawaddah, oleh Al-Qundusi Al-Hanafi, hal.142, 328  dan 357 cet, Al-Haidariyah hal.121, 274 dan 298, cet.Istanbul ;

 Ash-Shawa’iqul Muhriqah, oleh Ibnu Hajar Asy-Syafi’i, hal.150 cet.Al- Muhammadiyah, hal. 91 cet. Al-Maimaniyah, Mesir ; 

Nurul Abshar oleh Asy-Syablanji hal.101, cet.Al-‘Utsmaniyah, hal.102 cet.As- Sa’idiyah ; 

Al-Ittihaf Bihubbil Asyraf, oleh Asy-Syibrawi Asy-Syafi’i, hal. 76 ; 

Rasyafah Ash-Shadi, oleh Abu Bakar Al-Hadrami, hal. 37 ; 

Al-Ghadir, oleh Al-Amini jilid 3, hal. 61 

Syawahidut Tanzil, oleh Al-Hakim Al-Haskani Al-Hanafi jilid 2, hal.130, hadits ke 822 s/d 828 dan hadits ke 832, 833, 834 dan 838 ;

 Ash-Shawa’iqul Muhriqah, oleh Ibnu Hajar Asy-Syafi’i cet.Al-Maimaniyah, Mesir hal. 101,135 dan 136, dalam cet.Al-Muhammadiyah, Mesir hal. 168 dan 225 ; 

Tafsir Ath-Thabari jilid 25, hal.25 cet.ke 2 Mushthafa Al-Halabi, Mesir, hal.14 dan 15 cet.Al-Maimaniyah, Mesir ; 

Manaqib Ali bin Abi Thalib oleh Ibnu Al-Maghazili Asy-Syafi’i hal.307 hadits ke 352 ; 

Dzhakhairul ‘Uqba oleh Ath-Thabari Asy-Syafi’i hal.25 dan 138 ;

 Kifayah Ath-Thalib oleh Al-Kanji Asy-Syafi’i hal.91,93,313 cet.Al-Haidariyah, hal.31,32,175,178 cet.Al-Ghira ; 

Al-Fushul Al-Muhimmah oleh Ibnu Shabagh Al-Maliki hal.11 ; 

Ad-Durrul Mantsur oleh As-Suyuthi jilid 6 hal.7; 

Al-Mustadrak Al-Hakim jilid 3 hal.172 ; 

Ihyaul Mayt oleh As-Suyuthi Asy-Syafi’i (catatan pinggir) Al-Ittihaf hal.110 ; 

Tafsir Al-Qurthubi jilid 16 hal.22 ;

 Tafsir Ibnu Kathir jilid 4 hal.112 ; 

Tafsir Fakhrur Razi jilid 27 hal.166 cet.Abdurrahman Muhammad, Mesir jilid 7 hal.405-406 ; 

Tafsir Al-Baidhawi jilid 4 hal.123, cet.Mushthafa Muhammad, Mesir, jilid 5 hal.53 cet.Darul Kutub, hal. 642 cet.Al’Utsmaniyah ;

 Tafsir An-Nasafi jilid 4, hal. 105 ; 

Majma’uz Zawaid jilid 7, hal.103 dan jilid 9 hal. 168 ;

 Fathul Bayan fi Maqashidil Qur’an oleh Shiddiq Al-Hasan Khan jilid 8 hal.372 ;

 Yanabi’ul Mawaddah oleh Al-Qundusi hal.106,194,261 cet.Istanbul, hal.123,229,311 cet.Al-Haidariyah ; 

Fathul Qadir oleh Asy-Syaukani jilid 4 hal.537 cet.kedua, jilid 4 hal.22 cet.pertama, Mesir…

Dan masih banyak lagi yang tidak saya cantumkan disini. ( Buya Hamka)